Invesmentpedia Enigma Institute

Katalog › Level 2 — Analis › L2-UJIAN

L2-UJIAN · Level 2 — Analis

Catatan penyelenggaraan daring. Dokumen ini menjelaskan format asesmen untuk penyelenggaraan berfasilitator. Di platform ini, kelulusan Level 2 — Analis ditentukan secara otomatis: kuis modul, analisis kuantitatif, dan ujian akhir — lulus bila nilai akhir di atas 85 dan skor ujian minimal 70. Lihat komponen penilaian.

Asesmen Jenjang dan Sertifikasi Level 2 — Analis

0 JP

1. Ketentuan Umum

Berlaku sejak 4 Oktober 2026 (platform versi 2.0). Sertifikat Level 2 ditentukan sepenuhnya oleh asesmen otomatis di platform (§1–§5). Dokumen ini menggantikan ketentuan lama yang memakai ujian kasus tertulis, proyek jalur, dan sidang lisan yang dinilai penguji dengan ambang 70. Ketiga instrumen itu tetap dipertahankan sebagai latihan dan proyek yang dianjurkan (§7–§9), tetapi tidak lagi menentukan sertifikat. Latihan kasus §7 memuat kuncinya sendiri; kunci asesmen platform tidak dimuat di sini.

Sifat jenjang ini. Level 2 adalah jenjang di mana peserta berhenti menjadi konsumen analisis dan mulai memproduksinya. Karena itu asesmennya tidak menguji ingatan. Ia menguji apakah peserta dapat menghasilkan perhitungan yang dapat diperiksa ulang dan menolak klaim yang tidak memenuhi standar bukti — termasuk klaimnya sendiri.

Butir Ketentuan
Kode L2-UJIAN
Unit sertifikasi Level 2 — Analis
Prasyarat Sertifikat Level 1, dan jalur (Investor atau Trader) dipilih di halaman Profil
Modul wajib 5 modul inti L2.1–L2.5, ditambah 6 modul Jalur Investor (L2I.1–L2I.6) atau 7 modul Jalur Trader (L2T.1–L2T.7)
Komponen Kuis modul 20% · Analisis kuantitatif 40% · Ujian akhir 40%
Bentuk soal Analisis dan ujian tersedia dalam bentuk A, B, dan C yang setara; setiap percobaan memakai bentuk berbeda
Kelulusan Ketiga komponen selesai, nilai akhir di atas 85, dan skor ujian akhir minimal 70
Sertifikat Terbit otomatis saat syarat terpenuhi; bernomor IVP/L2/<tahun>/<kode> dan memuat kode QR verifikasi
Masa berlaku 3 tahun sejak terbit; diperpanjang melalui sertifikasi ulang (§2.5)
Penyelenggaraan Daring di platform Invesmentpedia, tanpa jadwal dan tanpa pengawas; seluruh penilaian otomatis
Alat bantu Kalkulator dan lembar sebar buatan sendiri diperbolehkan
Jenjang berikutnya Terbuka otomatis begitu sertifikat jenjang ini terbit

2. Komponen dan Nilai Akhir

2.1 Tiga komponen

Komponen Bobot Bentuk Kapan terbuka Percobaan Yang ditampilkan sesudah dikirim
Kuis modul 20% 4 butir pilihan ganda per modul wajib Kapan saja setelah jenjang terbuka Tanpa batas; skor terbaik dipakai Skor, kunci, dan pembahasan setiap butir
Analisis kuantitatif 40% Butir isian angka dari seluruh modul wajib Setelah kuis seluruh modul wajib dikerjakan, sekurang-kurangnya sekali Paling banyak 3, tiap percobaan dengan bentuk soal berbeda; skor terbaik dipakai Skor dan benar/salah per butir; pembahasan hanya bila skor 100
Ujian akhir 40% Butir pilihan ganda dari seluruh modul wajib Setelah analisis dikerjakan sekurang-kurangnya sekali Paling banyak 3, tiap percobaan dengan bentuk soal berbeda; skor terbaik dipakai Hanya skor — kunci tidak pernah ditampilkan

Kuis bersifat formatif: tempat belajar dari kesalahan, karena itu kunci dan pembahasannya dibuka. Analisis dan ujian bersifat sumatif: keduanya mengukur, karena itu jumlah percobaannya dibatasi dan kunci ujian tidak pernah dibuka.

Bentuk paralel. Setiap butir analisis dan ujian tersedia dalam tiga bentuk setara — A, B, dan C. Ketiganya menguji kompetensi, tingkat kognitif, dan cara berpikir yang sama, tetapi dengan angka, konteks, dan kunci yang berbeda. Setiap percobaan memakai bentuk yang berbeda, sehingga percobaan ulang mengukur penguasaan, bukan ingatan atas percobaan sebelumnya. Bentuk percobaan pertama berbeda antarpeserta dan bergeser lagi setelah mulai ulang atau sertifikasi ulang.

2.2 Nilai akhir

\[\text{Nilai akhir} = 0{,}20 \times \overline{\text{Kuis}} + 0{,}40 \times \text{Analisis} + 0{,}40 \times \text{Ujian}\]

  • \(\overline{\text{Kuis}}\) adalah rata-rata skor terbaik kuis seluruh modul wajib; setiap skor berskala 0–100.
  • Nilai akhir dibulatkan satu desimal lebih dulu, baru dibandingkan dengan ambang. Keputusan karena itu selalu sama dengan angka yang dilihat peserta: 85,0 belum lulus; 85,1 lulus.
  • Syarat ujian: skor ujian akhir terbaik harus minimal 70, berapa pun nilai akhirnya. Komponen yang paling menguji penerapan pada keadaan baru tidak boleh ditutup oleh komponen lain.
  • Kelulusan diperiksa ulang setiap kali peserta mengirim kuis, analisis, atau ujian — termasuk ketika memperbaiki skor kuis.

Contoh. Rata-rata kuis 90, analisis 88, ujian 81: \(0{,}20 \times 90 + 0{,}40 \times 88 + 0{,}40 \times 81 = 18{,}0 + 35{,}2 + 32{,}4 = \mathbf{85{,}6}\) → lulus. Bila ujian 75, nilai akhirnya 83,2 → belum lulus; peserta dapat memakai sisa percobaan ujian atau memperbaiki skor kuisnya. Bila kuis dan analisis sempurna tetapi ujian 65, nilai akhirnya 86,0 → tetap belum lulus, karena ujian di bawah 70.

2.3 Batas bawah tiap komponen

Model nilai ini kompensatoris dengan ambang tinggi dan satu batas mutlak: kuis dan analisis yang kuat dapat menutupi satu sama lain sampai batas tertentu, tetapi ujian tidak boleh di bawah 70. Bila dua komponen lain sempurna, skor terendah yang masih dapat meluluskan adalah:

Komponen Skor terendah yang masih mungkin lulus Alasan
Rata-rata kuis 26 \(0{,}20 \times 26 + 80 = 85{,}2\)
Analisis 63 \(20 + 0{,}40 \times 63 + 40 = 85{,}2\)
Ujian 70 batas mutlak; dengan komponen lain sempurna, nilai akhirnya 88,0

Pada ujian tepat 70, analisis harus 93 bila kuis sempurna (\(20 + 0{,}40 \times 93 + 28 = 85{,}2\)).

Dalam praktik, komponen lain jarang sempurna, sehingga batas nyata jauh lebih tinggi: dengan kuis 90 dan analisis 85, ujian harus mencapai 83.

2.4 Mulai ulang

Tombol Mulai ulang jenjang hanya muncul bila kelulusan sudah mustahil dengan sisa percobaan — yaitu bila nilai tertinggi yang masih dapat dicapai (kuis dianggap 100, komponen yang percobaannya belum habis dianggap 100) tidak lagi di atas 85, atau ketiga percobaan ujian telah habis dengan skor terbaik di bawah 70. Mulai ulang menghapus seluruh skor kuis, analisis, dan ujian jenjang itu, lalu peserta mengerjakannya kembali dari awal. Selama kelulusan masih mungkin, mulai ulang tidak tersedia — percobaan tidak dapat “disetel ulang” untuk memperoleh kesempatan tambahan. Siklus baru setelah mulai ulang memakai urutan bentuk soal yang bergeser, sehingga percobaan pertamanya tidak mengulang bentuk percobaan pertama siklus sebelumnya.

2.5 Masa berlaku dan sertifikasi ulang

Sertifikat berlaku 3 tahun sejak terbit; tanggal berakhirnya tercetak pada sertifikat dan ditampilkan di halaman Verifikasi Sertifikat.

Tahap Ketentuan
90 hari sebelum habis Tombol Mulai sertifikasi ulang muncul di halaman jenjang
Saat dimulai Skor kuis, analisis, dan ujian jenjang itu dikosongkan; sertifikat lama tetap tercatat
Pengerjaan Sama dengan pertama kali: kuis seluruh modul wajib, analisis dan ujian masing-masing paling banyak 3 percobaan, dengan urutan bentuk soal yang bergeser dari siklus sebelumnya
Bila lulus lagi Nomor sertifikat tetap; masa berlaku diperpanjang 3 tahun sejak tanggal lulus ulang; nilai baru menggantikan nilai lama
Setelah habis Verifikasi menampilkan “SAH — MASA BERLAKU HABIS”; sertifikasi ulang tetap dapat dimulai kapan saja

Sertifikat yang habis masa berlakunya tidak mengunci jenjang berikutnya: yang kedaluwarsa adalah pernyataan kemutakhiran, bukan kelulusan yang pernah dicapai. Alasan masa berlaku: efek pendidikan pada perilaku meluruh, dan materi — regulasi, produk, data — berubah; sertifikat yang tidak pernah diperbarui menyatakan sesuatu yang lama-kelamaan tidak lagi benar.

2.6 Kunci pilihan jalur

Pilihan jalur menentukan modul wajib, sehingga ia terkunci di halaman Profil begitu analisis atau ujian jenjang ini pertama kali dikirim, dan baru terbuka kembali setelah sertifikat jenjang itu terbit. Pilih jalur sebelum mengerjakan analisis. Kuis modul jalur lain boleh dikerjakan sebagai latihan; kuis itu tidak dihitung.

3. Kisi-Kisi

Modul inti menyumbang butir bagi kedua jalur; modul jalur hanya bagi peserta jalur itu. Kuis dikerjakan per modul; butir analisis dan ujian dari seluruh modul wajib dirakit menjadi satu analisis dan satu ujian jenjang.

Modul Kelompok Kuis Analisis Ujian
L2.1 Makroekonomi I: Siklus Bisnis, Inflasi, Suku Bunga Inti 4 2 2
L2.2 Likuiditas Global dan Kebijakan Bank Sentral Inti 4 2 2
L2.3 Statistik Terapan untuk Investor Inti 4 2 2
L2.4 Metodologi Riset dan Kurasi Sumber Data Inti 4 2 2
L2.5 Membaca Riset Investasi Secara Kritis Inti 4 2 2
L2I.1 Membaca Laporan Keuangan Jalur Investor 4 2 2
L2I.2 Valuasi Relatif: PER, PBV, EV/EBITDA Jalur Investor 4 2 2
L2I.3 Valuasi Absolut: Arus Kas Terdiskonto Jalur Investor 4 3 2
L2I.4 Analisis Industri dan Keunggulan Kompetitif Jalur Investor 4 2 2
L2I.5 Fundamental Aset Digital dan Tokenomics Jalur Investor 4 3 2
L2I.6 Menyusun Tesis Investasi yang Dapat Diuji Jalur Investor 4 2 2
L2T.1 Struktur Pasar dan Teori Dow Jalur Trader 4 2 2
L2T.2 Price Action: Candlestick, Level, dan Struktur Jalur Trader 4 2 2
L2T.3 Tren dan Metode Trend Following Jalur Trader 4 2 2
L2T.4 Indikator: Momentum, Volatilitas, Volume — dan Batasnya Jalur Trader 4 2 2
L2T.5 Konfluensi: Fibonacci, VWAP, dan Volume Profile Jalur Trader 4 2 2
L2T.6 Rencana Perdagangan: Setup, Entry, Exit, dan Ukuran Posisi Jalur Trader 4 2 2
L2T.7 Konsep Smart Money: Order Block, Liquidity Sweep, dan Pengujiannya Jalur Trader 4 2 2
Lintasan peserta Modul wajib Butir kuis Butir analisis Butir ujian
Jalur Investor 11 44 24 22
Jalur Trader 12 48 24 24

Jumlah butir analisis dan ujian di atas adalah per percobaan. Setiap butir itu memiliki bentuk A, B, dan C yang setara, dan setiap percobaan memakai bentuk yang berbeda.

Sifat butir. Kuis memeriksa pemahaman konsep modul yang baru dipelajari. Analisis menuntut perhitungan, sering berantai lintas langkah. Ujian menyajikan skenario keputusan baru yang tidak ada di naskah maupun bank soal. Karena 80% nilai akhir berasal dari analisis dan ujian — dan ujian sendiri harus minimal 70 — menghafal definisi atau kunci bank soal tidak cukup untuk lulus.

Pada Level 2, sebagian besar butir menguji standar bukti: koreksi banyak-uji, perbandingan dengan tingkat dasar, ukuran sampel yang dibutuhkan, reverse DCF, dan pengenalan klaim yang tidak dapat disimpulkan dari data yang tersedia.

4. Aturan Penyusunan Butir

Seluruh butir disusun dari naskah modul dan diperiksa otomatis sebelum dipakai. Perangkat asesmen tidak dapat diterbitkan bila satu saja aturan berikut dilanggar.

# Aturan Alasan
1 Kuis: tepat 4 butir per modul, dari materi §4–§5 modul itu Kuis memeriksa pemahaman modul yang baru dipelajari
2 Ujian: tepat 2 butir per modul (Level 4: 5 butir), berupa skenario baru — kemiripan teks dengan setiap butir bank soal diperiksa mesin dan ditolak bila terlalu dekat Kunci bank soal terbuka bagi peserta; butir ujian yang menyalinnya tidak mengukur apa pun
3 Analisis: 1–3 butir per modul (Level 4: tepat 3), angka baru, bukan angka Contoh Terhitung; jawaban dihitung program dari rumusnya, tidak ditulis tangan Menghapus galat ketik pada kunci
4 Toleransi jawaban angka paling besar 3% dari jawabannya, hanya untuk pembulatan Menerima pembulatan yang wajar, menolak jawaban yang salah konsep
5 Pilihan ganda empat opsi yang berbeda satu sama lain; pengecoh berasal dari kesalahan nyata — lupa pajak, lupa inflasi, rata-rata aritmetik, bunga flat tanpa konversi, dan sejenisnya Butir mengukur pemahaman, bukan kemampuan menebak
6 Letak kunci diacak secara deterministik sehingga merata pada A–D Mencegah pola letak kunci
7 Kunci tidak boleh mencolok lebih panjang daripada pengecohnya (paling banyak 10% butir), dan kunci sebagai opsi terpanjang paling banyak 40% butir Mencegah strategi “pilih jawaban terpanjang”
8 Setiap lintasan peserta memuat sekurang-kurangnya 5 butir analisis Komponen 40% tidak boleh bergantung pada segelintir butir
9 Tidak ada butir yang menanyakan rekomendasi instrumen, produk, atau penerbit tertentu Batas layanan program
10 Bentuk paralel: setiap butir analisis dan ujian wajib memiliki tepat dua bentuk tambahan (B dan C) dengan jenis butir yang sama, kunci berbeda, jawaban angka berbeda melebihi toleransi, teks soal tidak identik, dan butir ujian tetap tidak mirip bank soal; aturan 4–7 berlaku pula pada bentuk B dan C Percobaan ulang harus mengukur penguasaan, bukan ingatan atas percobaan sebelumnya

Bank soal modul tidak dipakai untuk menilai. Bank soal (25 butir per modul) tetap tersedia di platform sebagai latihan reflektif yang tidak dinilai, lengkap dengan kuncinya.

5. Panduan Persiapan Peserta

Keterampilan yang paling sering menentukan kelulusan:

Kelompok Keterampilan Modul
Inti Membaca posisi siklus dan implikasinya bagi kelas aset L2.1, L2.2
Inti Uji hipotesis, galat baku, dan koreksi banyak-uji L2.3
Inti Menilai mutu sumber dan menelusuri klaim ke data primernya L2.4, L2.5
Investor DuPont, ROIC vs WACC, kualitas laba L2I.1
Investor Valuasi relatif yang adil dan DCF beserta reverse DCF L2I.2, L2I.3
Investor Menulis kondisi pembatal tesis yang spesifik dan dapat diamati L2I.6
Trader Ekspektasi, rasio payoff, dan titik impas tingkat kemenangan L2T.3, L2T.6
Trader Membandingkan sinyal dengan masuk acak dan ambang terkoreksi L2T.4, L2T.5, L2T.7
Trader Jumlah transaksi untuk validasi dan ukuran posisi dari drawdown L2T.6

Cara berlatih: kerjakan latihan kasus §7 dengan batas waktu 3 jam, lalu periksa dengan kuncinya. Kerjakan ulang butir C3–C5 bank soal dengan angka yang Anda ubah sendiri. Analisis baru terbuka setelah seluruh kuis modul wajib dikerjakan.

6. Setelah Lulus

Begitu sertifikat Level 2 terbit, Level 3 terbuka otomatis. Jalur pada Level 3 boleh dipilih ulang di halaman Profil sebelum analisis Level 3 dikirim; sebagian besar peserta melanjutkan jalur yang sama.

Pernyataan yang melekat pada sertifikat Level 2. Sertifikat menyatakan penyelesaian program pendidikan. Ia bukan izin, lisensi, atau kualifikasi profesional untuk memberikan nasihat investasi, mengelola dana pihak lain, atau menjalankan kegiatan yang memerlukan izin dari otoritas yang berwenang. Pemegang sertifikat tidak berwenang menyebut dirinya penasihat investasi, manajer investasi, atau sebutan profesional lain yang diatur.

7. Latihan Kasus Terintegrasi

Latihan, tidak menentukan sertifikat. Kasus berikut adalah ujian kasus tertulis Level 2 versi sebelumnya. Ia tetap menjadi latihan terbaik untuk menggabungkan seluruh modul Level 2 dalam satu analisis, dan kini disertai kuncinya (§7.3) agar dapat diperiksa sendiri. Dalam kelas bersama fasilitator, kasus dapat dikerjakan dalam 3 jam dan dibahas bersama.

7.1 Peta latihan

Bagian Isi Modul sumber Poin
A.1 Makro & siklus: membaca kondisi dan implikasinya L2.1, L2.2 15
A.2 Statistik terapan: menguji sebuah klaim L2.3 20
A.3 Metodologi riset: menilai kualitas sumber L2.4 10
A.4 Kasus jalur — Investor: analisis dan valuasi PT Nusantara Terpadu L2I.1–L2I.6 45
A.4 Kasus jalur — Trader: evaluasi tiga rencana kandidat L2T.1–L2T.6 45
A.5 Etika & batas layanan L2.4, seluruh modul 10

7.2 Soal latihan

Petunjuk latihan. Kerjakan dalam 3 jam seolah-olah ujian. Tunjukkan seluruh langkah perhitungan; dalam skema latihan ini, jawaban tanpa langkah bernilai nol. Bulatkan ke dua desimal kecuali diminta lain. Jika sebuah butir tidak dapat dijawab dengan data yang tersedia, tuliskan demikian beserta alasannya — butir semacam itu ada dalam ujian ini dan jawaban itu bernilai penuh.


Bagian A.1 — Makro dan Siklus (15 poin)

Diberikan kondisi berikut pada suatu perekonomian terbuka:

Indikator Nilai
Inflasi umum (yoy) 6,20%
Inflasi inti (yoy) 4,10%
Suku bunga kebijakan 5,75%
Imbal hasil obligasi pemerintah 2 tahun 6,40%
Imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun 6,15%
Pertumbuhan PDB (yoy) 4,80%
Pertumbuhan kredit perbankan (yoy) 3,10%

A.1.1 (3 poin) Hitung suku bunga kebijakan riil menggunakan inflasi umum dan menggunakan inflasi inti. Mana yang lebih relevan untuk menilai arah kebijakan, dan mengapa?

A.1.2 (3 poin) Hitung selisih imbal hasil 10 tahun dikurangi 2 tahun. Apa nama kondisi ini dan apa yang secara historis sering dikaitkan dengannya?

A.1.3 (4 poin) Pertumbuhan kredit (3,10%) berada di bawah pertumbuhan PDB nominal. Hitung pertumbuhan PDB nominal dan jelaskan apa yang ditunjukkan selisih tersebut tentang kondisi likuiditas.

A.1.4 (5 poin) Seorang peserta menyimpulkan: “Kurva imbal hasil terbalik, jadi resesi pasti terjadi dalam 12 bulan.” Koreksi pernyataan ini dengan merujuk pada kerangka L2.3. Sebutkan secara spesifik informasi apa yang harus disertakan agar pernyataan itu dapat dipertanggungjawabkan.


Bagian A.2 — Statistik Terapan (20 poin)

Sebuah penyedia kursus mengiklankan: “Strategi kami memiliki tingkat akurasi 68% — terbukti dari 50 transaksi terakhir.”

A.2.1 (4 poin) Hitung galat baku proporsi untuk \(p = 0{,}68\) dan \(n = 50\), lalu hitung selang keyakinan 95%.

A.2.2 (4 poin) Andaikan base rate untuk “reaksi” pada instrumen ini adalah 52%. Hitung \(z\) untuk selisihnya, dengan mengasumsikan base rate diketahui tanpa galat.

A.2.3 (4 poin) Strategi tersebut memiliki target 0,8R dan stop 1,0R. Hitung ekspektasinya pada \(p = 0{,}68\). Lalu hitung ekspektasi pada batas bawah selang keyakinan dari A.2.1. Apa yang ditunjukkan perbandingan ini?

A.2.4 (4 poin) Berapa transaksi yang dibutuhkan untuk mendeteksi selisih 16 pp terhadap base rate 52% dengan keyakinan 95%?

A.2.5 (4 poin) Penyedia yang sama menyatakan telah menguji “ratusan kombinasi parameter” untuk menemukan strategi ini. Jelaskan konsekuensinya terhadap kesimpulan A.2.2, dan sebutkan koreksi yang seharusnya diterapkan.


Bagian A.3 — Metodologi Riset (10 poin)

Peserta diberi dua dokumen riset tentang instrumen yang sama.

  • Dokumen X: 1.800 kata, tanpa subjudul, tanpa tabel, memuat 12 gambar tangkapan layar grafik, tidak mencantumkan sumber data, tidak mencantumkan tanggal, ditutup dengan kalimat “target berikutnya di area resistance.”
  • Dokumen Y: 900 kata, memuat tabel asumsi dengan sumber tiap angka, mencantumkan tanggal penarikan data, memuat bagian “apa yang membatalkan tesis ini”, dan menyatakan rentang hasil alih-alih satu angka.

A.3.1 (4 poin) Nilai kedua dokumen terhadap empat syarat riset yang dapat diperiksa ulang (L2.4). Sajikan dalam tabel.

A.3.2 (3 poin) Dokumen X tiga kali lebih panjang dan memuat lebih banyak gambar. Jelaskan mengapa panjang dan jumlah gambar bukan ukuran kualitas riset.

A.3.3 (3 poin) Kalimat penutup Dokumen X melanggar batas layanan pendidikan. Sebutkan pelanggarannya dan tuliskan ulang kalimat itu agar tetap informatif tanpa melanggar.


Bagian A.4 (Jalur Investor) — PT Nusantara Terpadu (45 poin)

Perusahaan ini fiktif. Seluruh angka dibuat untuk keperluan ujian.

Laporan laba rugi (Rp miliar, tahun penuh):

Pos Nilai
Pendapatan 6.800
Beban pokok penjualan 4.420
Beban operasi 1.360
Penyusutan (termasuk dalam beban operasi) 340
Beban bunga 182
Tarif pajak efektif 22%

Neraca dan pasar:

Pos Nilai
Ekuitas 3.150
Utang berbunga 2.080
Kas dan setara kas 395
Jumlah saham beredar (juta) 4.000
Harga saham Rp 2.150

Tambahan: Belanja modal 420 · Kenaikan modal kerja 95 · Beta 1,15 · Suku bunga bebas risiko 6,5% · Premi risiko ekuitas 7,5%

A.4.1 (6 poin) Hitung laba kotor, EBIT, EBITDA, laba sebelum pajak, dan laba bersih. Hitung marjin kotor, marjin EBIT, dan marjin bersih.

A.4.2 (5 poin) Hitung kapitalisasi pasar dan enterprise value.

A.4.3 (6 poin) Hitung EPS, BVPS, PER, PBV, EV/EBITDA, dan EV/EBIT.

A.4.4 (5 poin) Hitung ROE, lalu uraikan dengan dekomposisi DuPont tiga faktor. Tunjukkan bahwa hasil dekomposisi sama dengan ROE langsung.

A.4.5 (6 poin) Hitung NOPAT, modal yang diinvestasikan (ekuitas + utang − kas), dan ROIC.

A.4.6 (6 poin) Hitung biaya ekuitas dengan CAPM, biaya utang dari beban bunga, dan WACC menggunakan bobot nilai pasar. Hitung selisih ROIC − WACC dan jelaskan artinya.

A.4.7 (6 poin) Hitung FCFF. Lalu, dengan reverse DCF (horizon 10 tahun, pertumbuhan terminal 4,5%, diskonto pada WACC), hitung tingkat pertumbuhan FCFF yang tersirat dalam harga pasar saat ini.

A.4.8 (5 poin) Nilai apakah pertumbuhan tersirat itu masuk akal. Sebutkan secara eksplisit informasi apa yang Anda butuhkan tetapi tidak tersedia dalam soal ini untuk menjawabnya dengan benar.


Bagian A.4 (Jalur Trader) — Tiga Rencana Kandidat (45 poin)

Tiga trader menyerahkan rencana beserta distribusi hasil dari catatan mereka.

Rencana A Rencana B Rencana C
Hasil 1 55% → +0,8R 35% → +1,8R 70% → +0,5R
Hasil 2 45% → −1,0R 5% → +4,5R 30% → −1,4R
Hasil 3 — 60% → −1,0R —

A.4.1 (9 poin) Hitung ekspektasi (E) ketiga rencana. Tunjukkan langkahnya.

A.4.2 (6 poin) Hitung tingkat kemenangan ketiga rencana. Urutkan rencana menurut tingkat kemenangan, lalu menurut ekspektasi. Jelaskan mengapa kedua urutan itu berlawanan.

A.4.3 (6 poin) Hitung simpangan baku per transaksi untuk rencana dengan ekspektasi positif.

A.4.4 (6 poin) Hitung jumlah transaksi minimum untuk memvalidasi rencana berekspektasi positif. Untuk rencana yang berekspektasi negatif, berapa jumlah transaksi yang dibutuhkan? Jelaskan.

A.4.5 (6 poin) Hitung fraksi Kelly untuk rencana berekspektasi positif. Jelaskan mengapa angka itu tidak boleh dipakai apa adanya, dan usulkan tingkat risiko yang Anda pilih beserta alasan kuantitatifnya.

A.4.6 (6 poin) Trader C menyatakan: “Tingkat kemenangan saya 70%, tertinggi di antara kami bertiga, jadi rencana saya yang terbaik.” Tulis tanggapan yang mengoreksi kekeliruan ini dengan angka.

A.4.7 (6 poin) Trader B mengalami 9 kerugian berturut-turut dan ingin mengubah rencananya. Hitung deret kalah terpanjang yang diharapkan untuk rencana B dalam 200 transaksi, lalu tulis tanggapan Anda dengan merujuk protokol perubahan rencana (L2T.6 §4.8).


Bagian A.5 — Etika dan Batas Layanan (10 poin)

A.5.1 (5 poin) Seorang fasilitator Invesmentpedia diminta peserta: “Menurut Bapak, saham ini bagus tidak untuk dibeli sekarang?” Tulis tanggapan yang (a) tidak melanggar batas layanan, (b) tetap bernilai edukatif, dan (c) tidak membuat peserta merasa ditolak.

A.5.2 (5 poin) Fasilitator yang sama ditawari komisi oleh sebuah platform yang produknya dibahas di kelasnya. Sebutkan aturan yang berlaku dan tindakan yang wajib ia ambil.

7.3 Kunci dan skema penilaian latihan

A.1 Makro dan Siklus

A.1.1 Riil terhadap inflasi umum: \(5{,}75\% - 6{,}20\% = \mathbf{-0{,}45\%}\). Riil terhadap inflasi inti: \(5{,}75\% - 4{,}10\% = \mathbf{+1{,}65\%}\). Inflasi inti lebih relevan untuk menilai arah kebijakan karena bank sentral merespons tekanan harga yang persisten; inflasi umum memuat komponen pangan dan energi yang bergejolak dan sebagian besar di luar jangkauan kebijakan moneter. (2 poin hitungan, 1 poin alasan.)

A.1.2 \(6{,}15\% - 6{,}40\% = \mathbf{-0{,}25\%}\) → kurva imbal hasil terbalik (inversi). Secara historis inversi sering mendahului perlambatan ekonomi, dengan tenggat waktu yang sangat bervariasi. (2 poin hitungan, 1 poin istilah. Kurangi 1 poin bila peserta menulis “menyebabkan” alih-alih “mendahului”.)

A.1.3 PDB nominal \(\approx 4{,}80\% + 6{,}20\% = \mathbf{11{,}00\%}\). Kredit tumbuh 3,10%, 7,90 pp di bawahnya. Ini menunjukkan kondisi likuiditas yang mengetat: sektor riil tumbuh lebih cepat daripada pembiayaan yang tersedia, konsisten dengan suku bunga riil positif terhadap inflasi inti. (2 poin hitungan, 2 poin tafsiran.)

A.1.4 Koreksi wajib memuat seluruh unsur berikut: - Kata “pasti” harus diganti pernyataan probabilistik - Jumlah kejadian inversi historis yang menjadi dasar (\(n\)) harus disebut — biasanya sangat kecil, sehingga galat bakunya besar - Tenggat waktu historis sangat bervariasi; “12 bulan” adalah ketepatan yang tidak didukung data - Base rate resesi tanpa inversi harus dibandingkan, bukan hanya proporsi resesi setelah inversi - Kesimpulan yang jujur: sampel sejarah terlalu kecil untuk mendukung klaim setepat itu

(1 poin per unsur, maksimum 5.)

A.2 Statistik Terapan

A.2.1 \(SE = \sqrt{\dfrac{0{,}68 \times 0{,}32}{50}} = \sqrt{0{,}004352} = \mathbf{0{,}0660}\) (6,60%) CI₉₅ \(= 0{,}68 \pm 1{,}96(0{,}0660) = [0{,}5507,\ 0{,}8093]\) = [55,07%, 80,93%] (2+2)

A.2.2 \(z = \dfrac{0{,}68 - 0{,}52}{0{,}0660} = \dfrac{0{,}16}{0{,}0660} = \mathbf{2{,}424}\) (4 poin. Beri nilai penuh juga bila peserta mencatat bahwa mengasumsikan base rate tanpa galat membuat \(z\) ini terlalu optimistis.)

A.2.3 Pada \(p = 0{,}68\): \(E = 0{,}68(0{,}8) + 0{,}32(-1{,}0) = 0{,}544 - 0{,}320 = \mathbf{+0{,}2240\text{R}}\) Pada batas bawah \(p = 0{,}5507\): \(E = 0{,}5507(0{,}8) + 0{,}4493(-1{,}0) = 0{,}4406 - 0{,}4493 = \mathbf{-0{,}0087\text{R}}\) Perbandingan menunjukkan bahwa selang keyakinan strategi ini memuat ekspektasi negatif. Klaim “68% akurat” tidak cukup untuk menyimpulkan strategi ini menguntungkan. (2+2, dengan 2 poin tambahan tidak diberikan bila tafsirannya hilang.)

A.2.4 \(n \ge \left(\dfrac{1{,}96\sqrt{2 \times 0{,}52 \times 0{,}48}}{0{,}16}\right)^2 = \left(\dfrac{1{,}96 \times 0{,}7065}{0{,}16}\right)^2 = (8{,}657)^2 = \mathbf{75}\) transaksi. (4 poin. Catatan penilai: angka ini relatif kecil karena selisih 16 pp sangat besar; peserta yang menyebut bahwa selisih sebesar itu jarang bertahan pada sampel yang lebih besar memperoleh catatan positif pada D6.)

A.2.5 Konsekuensinya: \(z = 2{,}424\) dihitung seolah-olah hanya satu hipotesis diuji. Bila “ratusan kombinasi” diuji, nilai terbaik di antaranya diharapkan tampak bagus bahkan bila seluruhnya berekspektasi nol (L2T.4 §4.8). Koreksi yang wajib: Bonferroni — \(\alpha' = 0{,}05/N\); untuk \(N = 300\), \(\alpha' = 0{,}000167\) dan \(z_{\text{kritis}} \approx 3{,}77\). Nilai 2,424 gagal pada ambang itu. Peserta juga harus menyebut bahwa \(N\) yang sebenarnya wajib diungkapkan penyedia. (2 poin identifikasi masalah, 2 poin koreksi dan kesimpulan.)

A.3 Metodologi Riset

A.3.1

Syarat Dokumen X Dokumen Y
Sumber data dapat dilacak ✗ ✓
Asumsi dinyatakan eksplisit ✗ ✓
Dapat direproduksi pihak ketiga ✗ ✓
Menyatakan apa yang membatalkan tesis ✗ ✓

(1 poin per baris yang dinilai benar untuk kedua dokumen.)

A.3.2 Panjang mengukur jumlah kata, bukan jumlah klaim yang dapat diperiksa. Gambar tangkapan layar grafik tidak dapat diperiksa ulang karena tidak memuat sumber, rentang tanggal, atau parameter — dan dapat dipilih secara selektif untuk mendukung kesimpulan yang sudah ditentukan. Dokumen Y lebih pendek justru karena ia membuang yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. (3 poin.)

A.3.3 Pelanggaran: memberikan target harga dan rekomendasi implisit — di luar batas layanan pendidikan. Contoh penulisan ulang yang diterima: “Secara historis, area ini pernah menjadi tempat harga berbalik. Berapa sering hal itu terjadi, dan bagaimana dibandingkan dengan base rate-nya, belum diuji dalam dokumen ini.” (2 poin identifikasi, 3 poin penulisan ulang yang tetap informatif.)

A.4 Jalur Investor — PT Nusantara Terpadu

A.4.1 (6 poin)

Pos Perhitungan Hasil
Laba kotor 6.800 − 4.420 2.380
EBIT 2.380 − 1.360 1.020
EBITDA 1.020 + 340 1.360
EBT 1.020 − 182 838
Laba bersih 838 × 0,78 653,64

Marjin kotor 35,00% · Marjin EBIT 15,00% · Marjin bersih 9,61%

A.4.2 (5 poin) Kapitalisasi pasar \(= 4.000 \times 2.150 / 1.000 = \mathbf{8.600}\) \(EV = 8.600 + 2.080 - 395 = \mathbf{10.285}\)

A.4.3 (6 poin) EPS \(= 653{,}64 / 4.000 \times 1.000 = \mathbf{163{,}41}\) · BVPS \(= 3.150/4.000 \times 1.000 = \mathbf{787{,}50}\) PER \(= 2.150/163{,}41 = \mathbf{13{,}16\times}\) · PBV \(= 2.150/787{,}50 = \mathbf{2{,}730\times}\) EV/EBITDA \(= 10.285/1.360 = \mathbf{7{,}56\times}\) · EV/EBIT \(= 10.285/1.020 = \mathbf{10{,}08\times}\)

A.4.4 (5 poin) ROE \(= 653{,}64/3.150 = \mathbf{20{,}75\%}\) DuPont: marjin bersih \(0{,}0961\) × perputaran aset \(6.800/5.230 = 1{,}3002\) × pengganda ekuitas \(5.230/3.150 = 1{,}6603\) \[0{,}0961 \times 1{,}3002 \times 1{,}6603 = \mathbf{0{,}2075} = 20{,}75\% \quad ✓\]

A.4.5 (6 poin) NOPAT \(= 1.020 \times 0{,}78 = \mathbf{795{,}60}\) Modal diinvestasikan \(= 3.150 + 2.080 - 395 = \mathbf{4.835}\) ROIC \(= 795{,}60/4.835 = \mathbf{16{,}46\%}\)

A.4.6 (6 poin) \(K_e = 6{,}5\% + 1{,}15(7{,}5\%) = 6{,}5\% + 8{,}625\% = \mathbf{15{,}125\%}\) \(K_d = 182/2.080 = \mathbf{8{,}75\%}\) Bobot: ekuitas \(8.600/10.680 = 0{,}8052\); utang \(2.080/10.680 = 0{,}1948\) \[WACC = 0{,}8052(15{,}125\%) + 0{,}1948(8{,}75\%)(0{,}78) = 12{,}18\% + 1{,}33\% = \mathbf{13{,}51\%}\] Selisih ROIC − WACC \(= 16{,}46\% - 13{,}51\% = \mathbf{+2{,}95}\) pp → perusahaan menciptakan nilai: setiap rupiah modal yang diinvestasikan menghasilkan imbal hasil di atas biayanya. (2 poin Ke, 1 Kd, 2 WACC, 1 tafsiran.)

A.4.7 (6 poin) \[FCFF = NOPAT + \text{Penyusutan} - \text{Belanja modal} - \Delta\text{Modal kerja}\] \[= 795{,}60 + 340 - 420 - 95 = \mathbf{620{,}60}\] Reverse DCF: cari \(g\) sedemikian sehingga nilai kini 10 tahun arus kas yang tumbuh \(g\) ditambah nilai terminal (pertumbuhan 4,5%), didiskonto pada 13,51%, sama dengan EV = 10.285. \[g_{\text{tersirat}} = \mathbf{9{,}70\%\ \text{per tahun selama 10 tahun}}\] (3 poin FCFF, 3 poin reverse DCF. Terima jawaban dalam rentang 9,4%–10,0% mengingat perbedaan pembulatan WACC.)

A.4.8 (5 poin) Jawaban penuh harus menyebut bahwa pertumbuhan tersirat 9,70% tidak dapat dinilai dengan data yang tersedia, dan mendaftar informasi yang tidak ada dalam soal. Daftar yang diterima mencakup: - Pertumbuhan pendapatan dan FCFF historis (minimal 5 tahun) - Ukuran dan pertumbuhan pasar yang dilayani - Posisi kompetitif dan ketahanan marjin - Rencana belanja modal ke depan - Kualitas neraca: jadwal jatuh tempo utang, kovenan - Kualitas laba: kesesuaian antara laba akuntansi dan arus kas operasi - Tata kelola dan struktur kepemilikan

(1 poin per butir, maksimum 4. Poin ke-5 hanya diberikan bila peserta menyatakan secara eksplisit bahwa ia tidak dapat menyimpulkan valuasi dengan data yang ada. Peserta yang menyatakan “saham ini murah” atau “mahal” tanpa kualifikasi memperoleh 0 pada butir ini dan mendapat catatan pada D6.)

A.4 Jalur Trader — Tiga Rencana Kandidat

A.4.1 (9 poin, 3 per rencana) \[E_A = 0{,}55(0{,}8) + 0{,}45(-1{,}0) = 0{,}440 - 0{,}450 = \mathbf{-0{,}0100\text{R}}\] \[E_B = 0{,}35(1{,}8) + 0{,}05(4{,}5) + 0{,}60(-1{,}0) = 0{,}630 + 0{,}225 - 0{,}600 = \mathbf{+0{,}2550\text{R}}\] \[E_C = 0{,}70(0{,}5) + 0{,}30(-1{,}4) = 0{,}350 - 0{,}420 = \mathbf{-0{,}0700\text{R}}\]

A.4.2 (6 poin) Tingkat kemenangan: A 55% · B 40% · C 70% Urutan menurut tingkat kemenangan: C > A > B Urutan menurut ekspektasi: B > A > C Urutannya terbalik sempurna. Penyebabnya: tingkat kemenangan mengabaikan ukuran menang dan kalah. Rencana C menang sering tetapi kecil (+0,5R) dan kalah jarang tetapi besar (−1,4R); rasio payoff-nya \(0{,}5/1{,}4 = 0{,}357\), jauh di bawah titik impas. Rencana B menang jarang tetapi besar. Ekspektasi adalah satu-satunya ukuran yang menggabungkan frekuensi dan besaran. (2 poin urutan, 4 poin penjelasan.)

A.4.3 (6 poin) Hanya rencana B yang berekspektasi positif. \[\sigma_B^2 = 0{,}35(1{,}8-0{,}255)^2 + 0{,}05(4{,}5-0{,}255)^2 + 0{,}60(-1{,}0-0{,}255)^2\] \[= 0{,}35(2{,}3870) + 0{,}05(18{,}0200) + 0{,}60(1{,}5750) = 0{,}8355 + 0{,}9010 + 0{,}9450 = 2{,}6815\] \[\sigma_B = \mathbf{1{,}6375\text{R}}\]

A.4.4 (6 poin) \[n_B > \left(\frac{2 \times 1{,}6375}{0{,}2550}\right)^2 = (12{,}8431)^2 = \mathbf{165\ \text{transaksi}}\] Untuk rencana A dan C: tidak ada jumlah transaksi yang dapat memvalidasinya, karena ekspektasinya negatif. Yang dibutuhkan keduanya bukan lebih banyak data, melainkan perubahan aturan — dan setelah aturan berubah, keduanya menjadi sistem baru yang jam validasinya dimulai dari nol. (3 poin hitungan, 3 poin penalaran.)

A.4.5 (6 poin) \[f^*_B \approx \frac{\mu}{\sigma^2} = \frac{0{,}2550}{2{,}6815} = 0{,}0951 = \mathbf{9{,}51\%}\] Tidak boleh dipakai apa adanya karena: (a) \(\mu\) dan \(\sigma\) diestimasi dari sampel yang bahkan belum mencapai 165 transaksi; (b) 2× Kelly memberi laju pertumbuhan nol, sehingga kesalahan estimasi ke atas dihukum keras; (c) Kelly mengabaikan drawdown dalam perjalanan; (d) distribusi bergeser antarrezim. Tingkat risiko yang diusulkan harus disertai alasan kuantitatif — misalnya dipilih dari tabel probabilitas drawdown dengan batas yang dinyatakan lebih dahulu. Jawaban “1% karena itu yang umum” memperoleh separuh poin; jawaban yang menyebut batas drawdown yang dapat ditanggung dan memilih risiko dari situ memperoleh poin penuh. (2 poin Kelly, 2 poin alasan, 2 poin usulan beralasan.)

A.4.6 (6 poin) Tanggapan penuh harus memuat angka: > “Tingkat kemenangan 70% tidak menjadikan sebuah rencana lebih baik. Ekspektasi rencana Anda adalah 0,70(+0,5) + 0,30(−1,4) = −0,0700R per transaksi, yang berarti Anda kehilangan rata-rata 0,07 unit risiko setiap kali bertransaksi. Rencana B, dengan tingkat kemenangan hanya 40%, berekspektasi +0,2550R. Selisihnya ada pada rasio payoff: rata-rata menang dibagi rata-rata rugi — Anda 0,5/1,4 = 0,357, rencana B 2,1375/1,0 = 2,1375. Tidak ada jumlah transaksi yang akan membuat rencana Anda menguntungkan — yang dibutuhkan adalah perubahan pada exit menguntungkan atau exit merugi Anda, bukan lebih banyak data.”

(2 poin menyebut E negatif dengan angka, 2 poin perbandingan payoff, 2 poin kesimpulan bahwa yang dibutuhkan perubahan aturan, bukan data.)

A.4.7 (6 poin) Tingkat kalah rencana B, \(q = 0{,}60\): \[\text{Deret kalah terpanjang} \approx \frac{\ln(200 \times 0{,}40)}{\ln(1/0{,}60)} = \frac{\ln 80}{\ln 1{,}6667} = \frac{4{,}3820}{0{,}5108} = \mathbf{8{,}58}\] Tanggapan penuh harus menyatakan: sembilan kerugian berturut-turut berada dalam rentang yang diharapkan untuk rencana ini (harapan 8,58 dalam 200 transaksi), sehingga hal itu bukan bukti bahwa rencana rusak. Protokol perubahan (L2T.6 §4.8) melarang perubahan yang diusulkan dalam 72 jam setelah kerugian besar, dan menolak otomatis perubahan yang didasarkan pada kurang dari 30 transaksi. Trader B harus menunggu, lalu — bila masih ingin mengubah — mengajukan usulan dengan data, \(n\), dan galat baku. (3 poin hitungan, 3 poin penerapan protokol.)

A.5 Etika dan Batas Layanan

A.5.1 (5 poin) Tanggapan yang diterima harus memenuhi ketiganya: > “Saya tidak bisa menjawab itu — bukan karena tidak mau membantu, tetapi karena memberi penilaian layak-beli atas instrumen tertentu berada di luar izin dan peran saya, dan jawaban yang benar bergantung pada keadaan keuangan Anda yang tidak saya ketahui. Yang bisa saya lakukan lebih berguna: mari kita kerjakan bersama kerangka untuk menilainya. Hitung ROIC terhadap WACC-nya, lalu lakukan reverse DCF dan lihat pertumbuhan seperti apa yang sudah terkandung dalam harganya. Setelah itu Anda akan punya dasar untuk menilai sendiri — dan dasar itu tetap berguna untuk instrumen berikutnya, sementara jawaban saya tidak.”

(2 poin menolak dengan benar, 1 poin menyebut alasan izin/peran, 2 poin mengalihkan ke kerangka yang memberdayakan.)

A.5.2 (5 poin) Aturan yang berlaku: fasilitator dilarang menerima imbalan, komisi, atau biaya rujukan dari penyedia produk yang dibahas di kelas. Tindakan wajib: 1. Menolak tawaran tersebut 2. Bila memiliki kepentingan finansial apa pun pada alat/platform yang dibahas, mengungkapkannya kepada peserta di awal sesi 3. Melaporkan tawaran itu kepada penyelenggara program 4. Tidak mengubah isi materi sebagai respons terhadap tawaran, baik menerima maupun menolak

(2 poin menolak, 2 poin pengungkapan, 1 poin pelaporan.)

8. Proyek Jalur dan Latihan Pembelaan

Dianjurkan, tidak menentukan sertifikat. Proyek jalur adalah bukti kerja terpenting Level 2: Memo Investasi bagi Jalur Investor, Rencana Perdagangan Tervalidasi bagi Jalur Trader. Dalam kelas bersama fasilitator, proyek dinilai dengan rubrik §8.3 sebagai umpan balik dan dapat dipertahankan dalam latihan pembelaan §8.2.

8.1 Proyek jalur

Aspek yang dinilai (100 poin):

Aspek Investor Trader Poin
Kelengkapan struktur 9 bagian memo 9 komponen rencana 20
Ketepatan kuantitatif Valuasi, reverse DCF, sensitivitas E, σ, n, drawdown, Kelly 25
Kualitas bukti Sumber primer, dapat diperiksa ulang Uji base rate, koreksi banyak-uji 20
Perlakuan risiko (D4) Skenario turun, apa yang membatalkan tesis Sizing dari probabilitas drawdown 20
Kejujuran epistemik (D6) Menyatakan batas pengetahuan Menyatakan status validasi 15

B-Investor: Memo Investasi

Instruksi. Pilih satu perusahaan publik. Susun memo investasi maksimal 2.500 kata dengan struktur berikut. Seluruh angka wajib bersumber dari laporan keuangan resmi, dengan tanggal penarikan data dicantumkan.

# Bagian Isi wajib
1 Ringkasan tesis Satu paragraf; apa yang Anda yakini dan mengapa
2 Model bisnis Bagaimana perusahaan menghasilkan uang; siapa pelanggannya
3 Kualitas keuangan Tren marjin 5 tahun; DuPont; ROIC vs WACC
4 Posisi kompetitif Sumber keunggulan; apakah bertahan; bukti kuantitatifnya
5 Valuasi relatif PER, PBV, EV/EBITDA vs pembanding yang dijelaskan pemilihannya
6 Valuasi absolut DCF dan reverse DCF; pertumbuhan tersirat dalam harga saat ini
7 Apa yang membatalkan tesis ini Minimal tiga kondisi spesifik dan dapat diamati
8 Skenario Turun / dasar / naik dengan asumsi eksplisit tiap skenario
9 Batas pengetahuan Apa yang tidak Anda ketahui dan bagaimana itu memengaruhi keyakinan Anda

Bagian 7 dan 9 adalah bagian yang dinilai paling ketat. Memo tanpa bagian 7 yang spesifik dan dapat diamati memperoleh D4 = 1 dan belum layak dipakai.

B-Trader: Rencana Perdagangan Tervalidasi

Instruksi. Susun Rencana Perdagangan lengkap sembilan komponen (L2T.6 Contoh 4), disertai:

  1. Kebijakan Indikator (L2T.4 §4.9) — lengkap dengan bukti atau pernyataan ketiadaan bukti
  2. Protokol Konfluensi (L2T.5 §4.7) — lengkap dengan audit kepadatan level
  3. Catatan minimal 30 transaksi (boleh demo) dengan format pencatatan komponen 8, termasuk kolom “rencana dipatuhi: Ya/Tidak” yang dicatat terpisah dari untung/rugi
  4. Analisis catatan: E, σ, tingkat kemenangan, rata-rata menang, rata-rata rugi, rasio payoff, deret kalah terpanjang yang dialami vs yang diharapkan
  5. Perhitungan \(n\) untuk validasi dan pernyataan eksplisit tentang status validasi saat ini
  6. Perhitungan tingkat kepatuhan: persentase transaksi yang mematuhi rencana, dan analisis terpisah atas ekspektasi transaksi patuh vs tidak patuh

Butir 6 adalah inti proyek ini. Peserta yang menemukan bahwa transaksi tidak patuh mereka lebih menguntungkan secara kebetulan, dan tetap menyimpulkan bahwa kepatuhan itu penting karena \(n\)-nya terlalu kecil untuk menyimpulkan sebaliknya, memperoleh nilai tertinggi pada D5 dan D6.

8.2 Latihan pembelaan lisan

Aspek yang dinilai (100 poin):

Aspek Poin
Penguasaan angka sendiri (dapat menurunkan ulang tanpa catatan) 30
Respons terhadap sanggahan (mempertahankan yang benar, mengoreksi yang salah) 30
Kesadaran atas keterbatasan analisis sendiri 25
Kepatuhan batas layanan (tidak memberi nasihat, tidak memberi target harga) 15

Protokol. 20 menit per peserta: 5 menit paparan, 12 menit tanya jawab, 3 menit penutup. Dua penguji. Peserta boleh membawa proyeknya tetapi tidak boleh membaca dari catatan saat menjawab.

Bank pertanyaan penguji — Jalur Investor

  1. Turunkan kembali WACC Anda di papan, tanpa melihat memo.
  2. Reverse DCF Anda menghasilkan pertumbuhan tersirat sebesar X%. Apa yang harus benar tentang dunia agar angka itu tercapai?
  3. Sebutkan satu angka dalam memo Anda yang paling tidak Anda yakini, dan jelaskan mengapa.
  4. Bila marjin EBIT turun 200 bps secara permanen, bagaimana nilai wajar Anda berubah? Hitung kira-kira.
  5. Pembanding yang Anda pilih — mengapa itu, dan siapa yang Anda kecualikan serta mengapa?
  6. Apa yang akan membuat Anda mengubah pikiran? Bila jawabannya “tidak ada”, apa artinya itu tentang analisis Anda?
  7. Berapa besar bagian nilai Anda yang berasal dari nilai terminal? Apa implikasinya?

Bank pertanyaan penguji — Jalur Trader

  1. Turunkan kembali ekspektasi rencana Anda di papan, tanpa melihat catatan.
  2. Berapa transaksi lagi sebelum Anda boleh mengatakan rencana Anda bekerja? Apa yang akan Anda katakan bila ditanya hari ini?
  3. Tingkat kepatuhan Anda X%. Ceritakan satu transaksi yang tidak patuh — apa yang terjadi di kepala Anda saat itu?
  4. Anda mengalami deret kalah terpanjang sebanyak N. Apa yang diharapkan secara statistik? Bagaimana Anda tahu perbedaannya berarti atau tidak?
  5. Mengapa Anda memilih tingkat risiko itu? Tunjukkan perhitungannya.
  6. Indikator apa yang Anda buang selama Level 2, dan bukti apa yang membuat Anda membuangnya?
  7. Bila rencana ini merugi 20 transaksi berikutnya, apa yang akan Anda lakukan? Jawaban “mengubah rencana” akan ditanya lanjut: berdasarkan bukti apa?

Penilaian latihan pembelaan. Penguji menilai empat aspek pada tabel di atas. Jawaban “saya tidak tahu” yang jujur atas pertanyaan di luar jangkauan analisis peserta dinilai lebih tinggi daripada jawaban yang dikarang. Ini dinyatakan kepada peserta sebelum sidang dimulai.

8.3 Rubrik umpan balik proyek

Dim Aspek 4 3 2 1
D1 Penguasaan konsep Menghubungkan konsep lintas modul tanpa diminta Menguasai konsep tiap modul Menguasai sebagian Konsep dasar keliru
D2 Ketepatan kuantitatif Seluruh perhitungan benar dan diperiksa silang dua cara Benar dengan kekeliruan kecil Beberapa kekeliruan Tidak dapat direproduksi
D3 Penalaran & kerangka Argumen utuh, terintegrasi, dan konsisten lintas komponen Argumen koheren Argumen terpisah-pisah Tidak ada argumen
D4 Perlakuan risiko Risiko dikuantifikasi, pembatal tesis spesifik, pertukaran dinyatakan Risiko dihitung memadai Risiko disebut tanpa dihitung Risiko diabaikan → GAGAL
D5 Disiplin proses Seluruh aturan ditulis lebih dahulu; temuan yang tidak menyenangkan tetap dilaporkan Proses tertib dan terdokumentasi Proses sebagian terdokumentasi Hasil disesuaikan dengan kesimpulan → GAGAL
D6 Komunikasi & etika Batas pengetahuan dinyatakan tanpa diminta; batas layanan dipatuhi sempurna Jujur dan patuh Kurang lengkap Klaim melampaui bukti, atau melanggar batas layanan

Ambang kompeten proyek: rata-rata ≥ 3,0 dan D4 ≥ 2 dan D5 ≥ 2. D4 dan D5 bersifat menggugurkan untuk proyek: memo atau rencana dengan nilai 1 pada salah satunya belum layak dipakai sebagai dasar keputusan nyata.

Bobot latihan yang dipakai dalam kelas (bila fasilitator ingin memberi satu angka umpan balik): kasus tertulis 40%, proyek jalur 40%, pembelaan 20%. Angka ini tidak dicatat di platform dan tidak memengaruhi sertifikat.

9. Panduan Penyelenggara Kelas

Waktu Kegiatan
H−21 Bagikan instruksi proyek; masa pengerjaan 3 minggu
H−7 Kumpulkan proyek; distribusikan ke penguji
H−3 Kalibrasi penguji: seluruh penguji menilai satu proyek contoh yang sama dan membandingkan hasilnya
H Latihan kasus tertulis pagi; latihan pembelaan siang
H+7 Umpan balik tertulis per dimensi: nilai, satu kekuatan, satu perbaikan spesifik

Aturan keras bagi penyelenggara dan penguji:

  1. Dilarang menyatakan atau menyiratkan bahwa hasil latihan kelas menentukan sertifikat. Sertifikat hanya ditentukan asesmen platform.
  2. Dilarang menggunakan instrumen nyata yang sedang diperdagangkan sebagai bahan kasus tanpa penyamaran penuh, karena latihan dapat ditafsirkan sebagai rekomendasi.
  3. Dilarang mempublikasikan proyek peserta tanpa izin tertulis peserta, dan bila dipublikasikan wajib disertai penafian bahwa isinya bukan nasihat investasi.
  4. Dilarang menerima imbalan dari pihak mana pun yang berkepentingan atas hasil penilaian; penguji yang memiliki hubungan pribadi atau finansial dengan peserta wajib mengundurkan diri dari penilaian peserta tersebut.
  5. Dilarang menjanjikan hasil finansial kepada peserta atau calon peserta, termasuk menyiratkannya melalui kesaksian alumni.
  6. Wajib menyampaikan bahwa sertifikat bukan izin profesional, dan bahwa mayoritas partisipan pasar ritel mengalami kerugian.

10. Administrasi dan Penjaminan Mutu Asesmen

Aspek Ketentuan
Kunci jawaban Disimpan hanya di basis data server; tidak pernah dikirim ke peramban sebelum jawaban dinilai
Penilaian Otomatis dan seketika; tidak ada penilai manusia dalam keputusan sertifikat
Jawaban angka Tulis angka saja, koma untuk desimal; Rp, %, tanda minus, dan titik ribuan dibaca dengan benar (2.500 = dua ribu lima ratus)
Pencatatan Setiap pengiriman dicatat dengan waktu, skor, dan nomor percobaan
Isi sertifikat Nama, jenjang, jalur atau rumpun, nilai akhir dan predikat (Sangat baik bila ≥ 90, selain itu Baik), jumlah modul dan JP, tanggal lulus, tanggal berlaku, penandatangan, kode QR
Pernyataan pada sertifikat “Sertifikat ini menyatakan kelulusan program edukasi. Ia bukan izin, lisensi, atau kualifikasi profesional untuk memberikan nasihat investasi kepada pihak lain.”
Verifikasi Siapa pun dapat memeriksa keaslian di halaman Verifikasi Sertifikat (/cek) dengan nomor atau kode QR
Masa berlaku 3 tahun; diperpanjang melalui sertifikasi ulang dengan nomor yang sama; status berlaku/habis tampil di halaman verifikasi
Bentuk paralel Setiap butir analisis dan ujian memiliki bentuk A, B, dan C yang setara; bentuk dipilih otomatis per percobaan dan dicatat di log bersama skornya
Perubahan butir Perangkat asesmen dapat diperbaiki; skor yang sudah tercatat tidak diubah, dan peserta yang sedang mengerjakan diminta memuat ulang halaman
Keberatan atas butir Disampaikan melalui kontak Enigma Institute dengan menyebut modul dan isi butirnya; butir yang terbukti keliru diperbaiki untuk seluruh peserta
Batas yang diketahui Platform menyimpan skor per komponen, belum jawaban per butir; analisis daya beda dan tingkat kesukaran per butir memerlukan penyimpanan jawaban dan direncanakan sebagai pengembangan berikutnya. Kesetaraan bentuk A/B/C dijaga lewat rancangan (kompetensi, tingkat, dan rumus yang sama) serta pemeriksaan otomatis, belum lewat penyetaraan empiris pada data peserta

11. Penafian

Asesmen dan latihan dalam dokumen ini disusun untuk tujuan pendidikan. Seluruh perusahaan, angka laporan keuangan, distribusi hasil perdagangan, dan kondisi makroekonomi dalam latihan kasus bersifat fiktif. PT Nusantara Terpadu tidak merujuk pada entitas nyata mana pun; kemiripan dengan perusahaan yang benar-benar ada adalah kebetulan dan tidak disengaja.

Soal, kunci jawaban, dan contoh dalam dokumen ini bukan nasihat investasi, bukan rekomendasi untuk membeli, menjual, atau menahan instrumen keuangan apa pun, dan bukan ajakan untuk melakukan transaksi.

Sertifikat Level 2 menyatakan penyelesaian program pendidikan. Sertifikat tersebut bukan izin, lisensi, atau kualifikasi profesional untuk memberikan nasihat investasi, mengelola dana pihak lain, atau menjalankan kegiatan lain yang memerlukan izin dari otoritas yang berwenang.