Invesmentpedia Enigma Institute
L3.4 · Pengujian Strategi: Backtest, Walk-Forward, dan Overfitting
TINGKAT

Level 3 · Pengelola Portofolio & Sistem · Modul 4

Backtest yang Terlalu Indah

Kurva untung yang mulus, Sharpe tinggi, kerugian kecil. Kelihatannya bukti strategi hebat. Kenyataannya, itulah hasil yang paling mungkin muncul dari mencoba ratusan strategi yang sama sekali tidak punya keunggulan. Modul ini akan mengubah cara kamu memandang setiap grafik backtest, termasuk milikmu sendiri.

⏱ ±55 menit baca🔬 7 bagian🎮 6 simulasi
BACKTEST SUNGGUHAN Sharpe 2,16 Sharpe 0,05 Pertanyaan pertama: berapa varian yang dicoba?

Robot dengan Sharpe 21

Setelah modul ini, kamu bisa

  • menjelaskan kenapa backtest adalah klaim, bukan bukti, dan tiga syarat agar klaim itu layak dipercaya;
  • mengenali tujuh bias backtest beserta besar kerusakannya;
  • menghitung Sharpe yang bisa muncul dari kebetulan setelah N percobaan, ambang Sharpe yang lebih tinggi, dan panjang data minimum;
  • membaca hasil walk-forward, degradasi, dan PBO (probabilitas overfitting);
  • menilai backtest orang lain dengan sepuluh pertanyaan, dan menulis Protokol Pengujian yang mencatat jumlah percobaan sejak awal.

Robot trading Om sudah diuji di data 20 tahun. Sharpe-nya 21! Untungnya 994% per tahun!

WOW!

Sharpe 21? Itu jauh di luar batas wajar. Pasti ada yang aneh.

Insting yang bagus, Raka. Angka yang terlalu bagus itu bukan untuk dirayakan. Itu untuk diperiksa: di mana bocornya?

Bocor bagaimana, Kak?

Hari ini kamu belajar membedah backtest. Mulai dari bias, sampai pertanyaan terpenting: berapa banyak percobaan sebelum yang ini dipilih?

Sebagai pengelola portofolio, Raka akan terus disodori backtest oleh penjual sistem, penyedia produk, bahkan rekan kerja. Ukuran yang paling sering dipamerkan adalah rasio Sharpe, yaitu hasil per satuan risiko. Modul ini adalah modul yang paling "merusak" di seluruh kurikulum, dan itu disengaja. Setelah ini, kamu tidak akan bisa lagi melihat kurva untung yang mulus dengan mata polos.

Backtest itu klaim, bukan bukti

Backtest yang dihitung dengan benar menyatakan fakta kecil tentang masa lalu: "kalau strategi ini dijalankan di periode itu, hasilnya begini." Tetapi yang dibaca hampir semua orang adalah klaim yang jauh lebih besar: "strategi ini bekerja."

Lompatan dari kalimat pertama ke kalimat kedua butuh tiga syarat yang hampir tidak pernah diperiksa:

  1. Hitungannya bersih dari bias. Tidak ada kebocoran atau pemilihan data yang mencemari hasil.
  2. Hasilnya tidak bisa dijelaskan oleh kebetulan, mengingat berapa banyak varian yang dicoba.
  3. Datanya cukup panjang untuk mendukung klaim sebesar itu.

Kebanyakan backtest gagal di syarat kedua. Bukan karena penyusunnya curang, tetapi karena jumlah percobaan hampir tidak pernah dicatat.

Backtest yang bagus dengan proses yang buruk lebih berbahaya daripada backtest yang jelek, karena ia mengundang orang menaruh uang sungguhan. Nilailah prosesnya, bukan hanya hasilnya.

Tujuh bias, dan seberapa besar kerusakannya

Bias backtest adalah kesalahan cara menguji yang membuat hasil tampak lebih bagus daripada kenyataan. Ada tujuh yang wajib kamu kenal.

Bias 1 · Bertahan hidup: hanya menghitung yang selamat

Bias bertahan hidup terjadi bila strategi diuji hanya pada saham yang masih ada hari ini. Saham yang bangkrut atau delisting hilang dari data, padahal justru merekalah yang terburuk.

  1. Setiap tahun, tiap saham punya peluang 2,5% untuk delisting, dengan kerugian 60% di tahun itu.

  2. Berapa yang bertahan 20 tahun? 0,97520 = 60,3%. Sebanyak 39,7% saham menghilang dari data.

  3. CAGR rata-rata semua saham (termasuk yang delisting): −1,454% per tahun. Hanya yang bertahan: +5,153%. Biasnya +6,607 pp per tahun.

  4. Selama 20 tahun: (1,05153 ÷ 0,98546)20 − 1 = 266,1%. Kekayaan akhir di data yang bias tampak 3,66 kali kenyataan.

  5. Bacaan terpenting: data lengkap menunjukkan strategi ini merugi; data yang bias menunjukkan ia untung. Bias ini tidak sekadar melebih-lebihkan keunggulan. Ia menciptakan keunggulan yang tidak ada.

Bias 2 · Melihat ke depan: menyontek kunci jawaban

Bias melihat ke depan terjadi bila backtest memakai informasi yang belum tersedia saat keputusan dibuat. Bentuk paling umum: memakai harga penutupan hari ini untuk membuat sinyal, lalu membeli di harga penutupan yang sama.

Naskah modul mengujinya pada 5.000 hari data acak, dengan strategi "ikuti arah pergerakan". Versi yang sah (sinyal dari kemarin) memberi Sharpe −0,1166 dan CAGR −3,93%, wajar karena datanya acak. Versi yang menyontek (sinyal dari hari yang sama) memberi Sharpe +21,1992 dan CAGR +994,29%. Pergeseran satu hari saja.

Sharpe yang tidak masuk akal hampir pasti berarti ada kebocoran informasi. Sharpe di atas sekitar 3 pada strategi yang bisa diakses investor ritel nyaris selalu menandakannya. Langkah pertama adalah mencari bocornya, bukan merayakannya. Catat waktu kapan setiap data tersedia, dan pastikan eksekusi terjadi sesudahnya.

Bentuk menyontek yang lebih halus dan sering lolos:

  • memakai laporan keuangan per tanggal periodenya, padahal baru terbit dua sampai tiga bulan kemudian;
  • memakai daftar anggota indeks versi hari ini untuk periode masa lalu;
  • menyetarakan data memakai rata-rata atau simpangan baku seluruh periode, termasuk masa depan;
  • memakai harga yang sudah disesuaikan dengan aksi korporasi yang saat itu belum diumumkan.

Bias 3 · Penggalian data

Penggalian data adalah mencoba banyak varian lalu melaporkan yang terbaik. Ini masalah terbesar dari ketujuhnya, dan dibahas khusus di bagian berikutnya.

Bias 4 · Biaya transaksi

Biaya memakan hasil sebanding dengan perputaran. Untuk strategi dengan Sharpe kotor 1,20 dan volatilitas 12%, biaya 10 bps:

Perputaran/tahunHambatan biayaSharpe bersihPerubahan
50%0,10%/tahun1,1917−0,7%
250%0,50%/tahun1,1583−3,5%
1.000%2,00%/tahun1,0333−13,9%
2.000%4,00%/tahun0,8667−27,8%
\[ SR_{\text{bersih}} = SR_{\text{kotor}} - \frac{\text{hambatan biaya}}{\sigma} \]

biaya per tahun dibagi volatilitas, lalu kurangkan dari Sharpe kotor. Pada perputaran 2.000% dengan hambatan 4% per tahun: 1,20 − 4% ÷ 12% = 1,20 − 0,333 = 0,8667. Dalam tabel naskah, hambatan dihitung dari perputaran × biaya × 2 (beli dan jual): 2.000% × 0,10% × 2 = 4%.

Pada 10 bps, perputaran yang menghapus seluruh Sharpe adalah 7.200% per tahun. Kedengarannya menenangkan, tetapi menyesatkan. Biaya 10 bps hanya berlaku untuk instrumen paling likuid. Pada saham kecil, aset digital di luar yang terbesar, atau saat pasar tertekan, biayanya berkali lipat. Dua komponen yang hampir selalu hilang dari backtest:

  • Dampak pasar: order besar menggerakkan harga melawanmu, dan efeknya membesar lebih cepat daripada ukuran order.
  • Biaya kesempatan: order yang tidak terisi di harga yang diasumsikan.

Bias 5 sampai 7

Likuiditas. Backtest menganggap setiap order terisi di harga tercatat. Kenyataannya, volume yang bisa kamu jual tanpa menggerakkan harga terbatas, dan paling terbatas justru saat kamu paling ingin keluar. Periksa apakah ukuran posisi melebihi porsi wajar volume harian. Strategi yang lancar dengan modal Rp100 juta sering gagal total pada Rp10 miliar.

Penyajian ulang. Angka laporan keuangan sering direvisi setelah terbit. Backtest yang memakai angka versi hari ini memakai informasi yang dulu belum ada. Obatnya data point-in-time, yang jarang tersedia bagi peneliti ritel.

Pemilihan periode. Memilih tanggal mulai dan akhir yang menguntungkan. Ini bentuk penggalian data yang paling mudah dan paling sulit dideteksi. Uji sederhananya: jalankan strategi di semua subperiode lima tahun. Kalau hasilnya hanya bagus di beberapa jendela, kamu menemukan jendela, bukan strategi.

Tujuh bias: bertahan hidup, melihat ke depan, penggalian data, biaya transaksi, likuiditas, penyajian ulang, pemilihan periode. Dua yang pertama bisa mengubah strategi merugi menjadi tampak luar biasa.

Penggalian data: mesin pembuat keberuntungan

Ini bagian terpenting modul. Pertanyaan yang harus diajukan pada setiap backtest: berapa banyak varian yang dicoba sebelum yang ini dipilih? Jumlah itu kita sebut \(N\).

Perhatikan "jalur terbaik". Kalau penjual sistem hanya menunjukkan garis itu, kamu tidak akan tahu ada 59 garis lain di belakangnya.

Sharpe terbaik yang bisa muncul dari kebetulan

Kalau \(N\) strategi yang semuanya tanpa keunggulan diuji pada \(T\) tahun data, Sharpe terbaiknya tetap bisa tinggi. Rumus perkiraannya ada di kotak Mode Mendalam. Hasilnya:

N percobaanT = 5 tahunT = 10 tahunT = 20 tahun
100,70420,49790,3521
501,01800,71980,5090
1001,13170,80020,5659
5001,36510,96530,6826
1.0001,45571,02940,7279
5.0001,64921,16620,8246

Lihat baris 1.000 kolom 5 tahun: Sharpe 1,4557. Backtest seperti itu akan meyakinkan hampir semua investor, padahal lahir dari seribu strategi yang semuanya berekspektasi nol.

Perhatikan juga: data pendek jauh lebih berbahaya daripada banyak percobaan. Seribu percobaan atas 20 tahun menghasilkan Sharpe semu 0,7279. Sepuluh percobaan atas 5 tahun menghasilkan 0,7042. Hampir sama.

Ambang yang harus dinaikkan

Karena kebetulan bisa menghasilkan Sharpe tinggi, ambang untuk menyebut hasil "signifikan" harus naik seiring \(N\). Pada data 10 tahun dan tingkat keyakinan 95%:

N percobaanAmbang Sharpe
10,5201
100,8120
1001,0383
1.0001,2284

Dengan seribu percobaan, Sharpe 1,20 tidak signifikan, karena di bawah ambang 1,2284. Padahal pada satu percobaan saja, Sharpe 1,20 sangat meyakinkan. Ini disebut Sharpe terdeflasi.

Mencari lebih keras membuat temuanmu lebih sulit dipercaya, bukan lebih mudah. Makin banyak varian yang dicoba, makin tinggi Sharpe yang bisa lahir dari kebetulan, sehingga makin tinggi pula standar bukti untuk hasil terbaikmu.

Panjang backtest minimum

Bailey dan rekan merumuskan berapa tahun data yang minimal dibutuhkan untuk mendukung klaim Sharpe tertentu setelah \(N\) percobaan.

\[ \text{MinBTL} \approx \frac{2\ln N}{SR^2}\ \text{tahun} \]
\(N\)
jumlah percobaan (varian) yang dicoba
\(SR\)
Sharpe tahunan yang diklaim
\(\ln\)
logaritma natural

dua kali ln jumlah percobaan, dibagi kuadrat Sharpe yang diklaim. Contoh: klaim Sharpe 0,5 setelah 100 percobaan: 2 × ln 100 ÷ 0,25 = 2 × 4,605 ÷ 0,25 = 36,8 tahun.

Sharpe diklaimN = 10N = 100N = 1.000
0,518,4 tahun36,8 tahun55,3 tahun
1,04,6 tahun9,2 tahun13,8 tahun
1,52,0 tahun4,1 tahun6,1 tahun
2,01,2 tahun2,3 tahun3,5 tahun

Klaim Sharpe rendah justru paling sulit dibuktikan, karena Sharpe dikuadratkan di penyebut. Sharpe 0,5 terasa seperti klaim yang rendah hati, padahal butuh data puluhan tahun yang nyaris tidak ada. Ini juga alasan strategi yang jarang bertransaksi (misalnya 12 transaksi setahun) sulit sekali divalidasi.

  1. Galat baku Sharpe kira-kira 1 ÷ √T = 1 ÷ √5 = 0,4472.

  2. Sharpe terbaik dari kebetulan untuk N = 500, T = 5: 1,3651 (lihat tabel).

  3. Bandingkan. Sharpe yang dilaporkan, 1,35, berada di bawah hasil kebetulan murni. Tidak ada bukti keunggulan sama sekali.

  4. Panjang minimum: 2 × ln 500 ÷ 1,35² = 2 × 6,2146 ÷ 1,8225 = 6,82 tahun. Datanya 5 tahun, kurang 1,82 tahun.

  5. Ambang signifikansi untuk N = 500 dan T = 5: 1,6603. Sharpe 1,35 jauh di bawahnya.

  6. Bandingkan dengan peneliti lain yang hanya menguji 10 varian yang ditetapkan sebelumnya, atas 20 tahun data. Sharpe kebetulan terbaiknya hanya 0,3521, dan MinBTL-nya 2 × ln 10 ÷ 1,35² = 2,53 tahun. Sharpe 1,35 yang sama kini sangat berarti.

Angka Sharpe bisa identik. Yang menentukan apakah angka itu berarti adalah N (jumlah percobaan) dan T (panjang data).

Rumus Sharpe maksimum harapan dan ambang terdeflasi

Untuk \(N\) strategi tanpa keunggulan, dengan galat baku Sharpe \(\hat{\sigma}_{SR} \approx 1/\sqrt{T}\):

\[ \mathbb{E}[\max SR_N] \approx \hat{\sigma}_{SR}\left[(1-\gamma)\,Z^{-1}\!\left(1-\tfrac{1}{N}\right) + \gamma\,Z^{-1}\!\left(1-\tfrac{1}{Ne}\right)\right] \]

dengan \(\gamma \approx 0{,}5772\) (tetapan Euler-Mascheroni) dan \(Z^{-1}\) kebalikan fungsi distribusi normal baku. Ambang pada \(\alpha = 0{,}05\) adalah kuantil ke-95 dari maksimum \(N\) variabel normal:

\[ SR_{\text{ambang}} = \Phi^{-1}\!\left(0{,}95^{1/N}\right) \times \hat{\sigma}_{SR} \]

Contoh \(N = 500\), \(T = 5\): \(\Phi^{-1}(0{,}95^{1/500}) \times 0{,}4472 = 1{,}6603\).

Walk-forward: ukur penurunannya, jangan didebat

Cara terbaik menghadapi overfitting bukan berdebat, melainkan mengukurnya. Alatnya disebut analisis walk-forward.

  1. Bagi data menjadi jendela-jendela berurutan.
  2. Di setiap jendela, pilih atau setel strategi di bagian dalam-sampel.
  3. Ukur hasilnya di bagian keluar-sampel berikutnya, yang belum pernah disentuh.
  4. Geser maju, ulangi.
ke-1ke-2ke-3 pilih & seteluji pilih & seteluji pilih & seteluji waktu berjalan maju →
Biru: data untuk memilih strategi. Hijau: data baru untuk menguji. Hasil yang dihitung hanya dari blok hijau.
\[ \text{Degradasi} = \frac{SR_{\text{keluar-sampel}} - SR_{\text{dalam-sampel}}}{SR_{\text{dalam-sampel}}} \]

seberapa besar Sharpe menyusut saat dipakai di data baru, dalam persen dari Sharpe dalam-sampel. Contoh: dalam-sampel 2,1614, keluar-sampel 0,0462: (0,0462 − 2,1614) ÷ 2,1614 = −97,9%, praktis hilang 100%.

Naskah modul menjalankan percobaan yang menentukan. Ambil \(N\) strategi yang semuanya berekspektasi nol. Pilih yang terbaik di dua tahun dalam-sampel, lalu ukur di dua tahun keluar-sampel.

NSharpe dalam-sampel (terpilih)Prediksi rumusSharpe keluar-sampelPBO
5+0,81770,8433+0,001339,2%
20+1,34001,3440−0,056752,2%
50+1,60411,6096−0,021351,0%
100+1,78571,7894+0,057343,8%
500+2,16142,1585+0,046248,2%

Tiga bacaan

Teori dan simulasi cocok sampai dua desimal. Seluruh Sharpe dalam-sampel bisa ditebak hanya dari \(N\) dan panjang data, tanpa tahu apa pun tentang strateginya. Artinya seluruh Sharpe itu berasal dari proses memilih, bukan dari keunggulan.

Sharpe keluar-sampel nol di setiap N. Dengan N = 500, backtest menunjukkan Sharpe 2,16, cukup untuk menarik dana institusi. Di data baru: 0,05.

PBO berkisar di sekitar 50%. Apa artinya? Simak di bawah.

Probabilitas Overfitting Backtest (PBO)

PBO adalah peluang bahwa strategi yang terpilih sebagai juara dalam-sampel ternyata berkinerja di bawah nilai tengah (median) di keluar-sampel.

PBOArtinya
Mendekati 0%Proses memilih benar-benar menemukan strategi yang lebih baik
Mendekati 50%Proses memilih tidak membawa informasi; sama saja dengan memilih acak
Di atas 50%Proses memilih justru merugikan; kamu memilih yang paling overfit

Pada strategi dengan keunggulan sejati, kamu akan melihat tiga tanda: Sharpe keluar-sampel positif dan berarti walau lebih rendah; PBO jauh di bawah 50%, idealnya di bawah 30%; dan degradasi berupa sebagian persen, bukan 100%.

Walk-forward mengurangi overfitting, tetapi tidak menghapusnya. Kalau kamu menjalankan prosedur walk-forward berkali-kali dengan pengaturan berbeda lalu memilih yang terbaik, kamu melakukan penggalian data di tingkat yang lebih tinggi. Percobaan atas rancangan walk-forward juga harus dihitung dalam N.

Ukur, jangan berasumsi. Laporkan degradasi dan PBO bersama setiap backtest. PBO sekitar 50% berarti memilih juara backtest sama bergunanya dengan memilih acak.

Menilai backtest orang lain

Kemampuan ini langsung terpakai. Saat disodori backtest, ajukan sepuluh pertanyaan berikut.

#PertanyaanKalau tidak terjawab
1Berapa varian yang diuji sebelum yang ini dipilih?Hasil tidak bisa ditafsirkan
2Berapa panjang datanya, dibanding MinBTL untuk N itu?Klaim tidak didukung
3Apakah saham yang delisting ikut dihitung?Curigai bias bertahan hidup
4Kapan persisnya sinyal tersedia dan kapan eksekusi?Curigai melihat ke depan
5Berapa perputaran dan asumsi biayanya?Sharpe kotor, bukan bersih
6Apakah ukuran posisi diuji terhadap volume harian?Tidak bisa diperbesar
7Apakah data fundamentalnya point-in-time?Curigai penyajian ulang
8Bagaimana hasilnya di semua subperiode 5 tahun?Curigai pemilihan periode
9Berapa PBO-nya?Overfitting tidak terukur
10Berapa drawdown maksimum dan lama pulihnya?Risiko tidak dinyatakan

Pertanyaan 1 yang paling menentukan. Jawaban yang paling sering muncul adalah "tidak tahu" atau "tidak banyak". Keduanya sama artinya: N tidak dicatat, jadi hasilnya tidak bisa ditafsirkan.

  1. Seorang penyedia sistem menulis: "CAGR 34%, Sharpe 2,8, drawdown maksimum hanya 8%, backtest 2019 sampai 2023, diuji pada 50 saham teratas."

  2. Cek kewajaran. Hasil di atas bunga bebas risiko sekitar 34% − 5% = 29%. Volatilitas tersirat = 29% ÷ 2,8 = 10,36%. Untuk volatilitas sekitar itu selama 5 tahun, drawdown maksimum yang wajar ada di kisaran 14% sampai 17%. Klaim 8% terlalu kecil. Tanda pertama ada yang tidak beres.

  3. "50 saham teratas" menurut kapan? Kalau menurut ukuran hari ini, backtest memuat bias bertahan hidup dan melihat ke depan sekaligus: saham yang menjadi terbesar di 2023 dipilih untuk diperdagangkan sejak 2019. Bias bertahan hidup saja bernilai sekitar +6,6 pp per tahun pada simulasi modul.

  4. Penggalian data? Andaikan jujur dijawab "sekitar 200 kombinasi". Sharpe kebetulan terbaik untuk N = 200 dan T = 5 sekitar 1,2368. Sharpe 2,8 melampauinya, dan MinBTL = 2 × ln 200 ÷ 2,8² = 1,35 tahun, di bawah 5 tahun. Pada dimensi ini klaimnya lolos. Masalah utamanya ada di pemilihan sampel (langkah 3).

  5. Yang tidak dinyatakan: N, perputaran dan biaya, saham delisting, waktu ketersediaan sinyal, uji volume, PBO, lama pulih, hasil per subperiode. Dari sepuluh pertanyaan, brosur ini hanya menjawab dua, itu pun tidak lengkap.

  6. Keputusan: backtest ini tidak bisa ditafsirkan. Bukan "salah", melainkan "tidak bisa ditafsirkan" sampai empat hal dijawab: N, cara memilih "saham teratas", perputaran dan biaya, serta hitungan drawdown 8%.

Soal etika. Sebagian besar backtest yang menyesatkan tidak dibuat untuk menipu. Penyusunnya mencoba banyak varian, menemukan satu yang bagus, lalu lupa menghitung berapa yang dicoba. Saat menilai backtest orang lain, tanyakan N tanpa menuduh. Saat menyusun backtest sendiri, catat N sejak awal, karena kamu pun akan lupa.

Kurva untung yang mulus, Sharpe tinggi, dan drawdown kecil bukan bukti strategi bagus. Itu adalah profil hasil yang paling mungkin muncul dari pencarian yang cukup besar. Kemulusan itu sendiri adalah gejala.

Protokol Pengujian: catat N sebelum mulai

Seluruh modul bermuara pada satu dokumen yang dibuka sebelum pengujian dimulai: Protokol Pengujian.

BagianIsi pokoknya
1. Ditulis sebelum data dibukaHipotesis satu kalimat; mekanisme ekonomi (kenapa keunggulan ini seharusnya ada); ruang parameter yang akan diuji sehingga N direncanakan; panjang data; MinBTL dan apakah data cukup; ambang Sharpe terdeflasi; data keluar-sampel yang disisihkan dan tidak disentuh.
2. Catatan percobaanSetiap varian yang diuji dicatat dengan tanggal dan hasilnya, tidak pernah dihapus. Di akhir: total N.
3. Pemeriksaan biasBertahan hidup, melihat ke depan, biaya, likuiditas, penyajian ulang, pemilihan periode.
4. HasilSharpe dalam- dan keluar-sampel, degradasi, PBO, perputaran dan Sharpe bersih, drawdown dan lama pulih, kapasitas modal.
5. KeputusanSharpe bersih keluar-sampel di atas ambang terdeflasi? PBO di bawah 30%? Mekanisme ekonomi masih masuk akal? Kalau satu saja "tidak", strategi ditolak. Data keluar-sampel yang sudah dilihat dianggap terpakai.

Bagian 2 adalah jantungnya. N akhir hampir selalu jauh lebih besar daripada N yang direncanakan, dan selisih itu hanya diketahui bila dicatat saat terjadi.

Sekali kamu melihat hasil keluar-sampel, data itu menjadi bagian dari proses memilihmu. Menguji varian kedua pada data yang sama berarti N bertambah, dan seluruh hitungan Sharpe kebetulan, ambang, dan MinBTL harus diulang dengan N yang baru.

Kak, strategiku dapat Sharpe 1,4 di backtest 6 tahun!

Varian ke berapa itu?

Eh... sebentar, kubuka catatanku. Ternyata varian ke-312. Padahal rencanaku cuma 40.

GLEK!

Untung kamu mencatat. Sekarang hitung ulang ambangnya dengan N = 312. Kalau tidak lolos, tolak dengan lapang dada.

Siap. Lebih baik ditolak di kertas daripada rugi di pasar.

Protokol ini tidak melindungimu dari pasar. Ia melindungimu dari dirimu sendiri, yang selalu ingin menemukan strategi hebat. Tulis hipotesis dan N sebelum membuka data, catat setiap percobaan, dan biarkan aturan keputusan yang menentukan.

Mitos atau fakta?

Ketuk setiap kartu untuk membaliknya.

"Sharpe backtest yang sangat tinggi berarti strateginya sangat hebat."

Sharpe yang tak masuk akal hampir selalu tanda kebocoran. Menggeser sinyal satu hari mengubah Sharpe −0,12 menjadi 21,2.

"Makin banyak varian yang kuuji, makin besar peluangku menemukan strategi yang benar."

Makin banyak varian, makin tinggi Sharpe yang lahir dari kebetulan. Standar buktinya ikut naik, jadi temuanmu makin sulit dipercaya.

"Sharpe 0,5 itu klaim sederhana, gampang dibuktikan."

Setelah 100 percobaan, Sharpe 0,5 butuh 36,8 tahun data. Klaim Sharpe rendah justru paling sulit dibuktikan.

"Kalau sudah pakai walk-forward, pasti bebas overfitting."

Walk-forward mengurangi, tidak menghapus. Mencoba banyak rancangan walk-forward lalu memilih yang terbaik adalah penggalian data juga.

"Menguji di saham-saham besar hari ini itu aman dan adil."

Itu bias bertahan hidup sekaligus melihat ke depan. Dalam simulasi modul, bias bertahan hidup saja mengubah strategi merugi menjadi tampak untung.

Cek pemahamanmu

Latihan singkat ini tidak dinilai. Kuis resmi modul ada di bagian akhir halaman.

1. Sebuah backtest strategi saham memakai laporan laba kuartal per tanggal akhir kuartal, padahal laporan itu baru terbit dua bulan kemudian. Bias apa ini?

  1. Bias bertahan hidup
  2. Bias melihat ke depan
  3. Bias biaya transaksi
  4. Bias pemilihan periode

Memakai informasi sebelum benar-benar tersedia adalah bias melihat ke depan.

2. Berapa panjang data minimum untuk klaim Sharpe 1,0 setelah 100 percobaan?

  1. 2,3 tahun
  2. 4,6 tahun
  3. 13,8 tahun
  4. 9,2 tahun

MinBTL = 2 × ln 100 ÷ 1,0² = 2 × 4,605 = 9,2 tahun.

3. Peneliti melaporkan Sharpe 0,95 sebagai strategi terbaik dari 1.000 varian atas 10 tahun data. Sharpe kebetulan terbaik untuk N dan T itu sekitar 1,03. Kesimpulannya?

  1. Tidak ada bukti keunggulan, karena hasilnya di bawah yang bisa muncul dari kebetulan
  2. Bukti kuat, karena Sharpe 0,95 tergolong tinggi
  3. Bukti lemah, jadi cukup pakai separuh modal
  4. Tidak bisa dinilai tanpa tahu jenis asetnya

Seribu strategi tanpa keunggulan pun diharapkan menghasilkan Sharpe terbaik sekitar 1,03. Sharpe 0,95 bahkan di bawahnya.

4. Pada walk-forward, strategi terpilih punya PBO 47%. Artinya…

  1. 47% strategi pasti untung di luar sampel
  2. Strategi itu rugi pada 47% hari
  3. Memilih juara backtest hampir sama dengan memilih acak
  4. Proses seleksi sangat informatif

PBO mendekati 50% berarti proses seleksi tidak membawa informasi.

5. Dalam Protokol Pengujian, kenapa jumlah percobaan harus dicatat sejak awal?

  1. Supaya laporan terlihat lebih profesional di mata investor
  2. Karena N akhir biasanya jauh lebih besar daripada rencana, dan ambang bukti bergantung pada N
  3. Karena regulator mewajibkan semua percobaan dilaporkan setiap bulan
  4. Supaya varian yang gagal bisa dihapus dari laporan akhir

Sharpe kebetulan, ambang, dan MinBTL semuanya bergantung pada N. N yang tidak dicatat membuat hasil tidak bisa ditafsirkan.

Ringkasan dan kamus mini

Klaim, bukan bukti: backtest butuh tiga syarat: bebas bias, bukan kebetulan, data cukup.
Tujuh bias: bertahan hidup (+6,6 pp/tahun di simulasi), melihat ke depan (Sharpe −0,12 jadi 21,2), penggalian data, biaya, likuiditas, penyajian ulang, pemilihan periode.
Penggalian data: Sharpe kebetulan tumbuh bersama N dan makin besar bila data pendek; ambang bukti ikut naik.
MinBTL: 2 ln N ÷ SR² tahun; Sharpe rendah paling sulit dibuktikan.
Walk-forward: ukur degradasi dan PBO; PBO ≈ 50% berarti seleksi sama dengan acak; walk-forward mengurangi, tidak menghapus overfitting.
Menilai: pertanyaan pertama selalu "berapa varian yang dicoba?".
Protokol: tulis hipotesis dan N sebelum membuka data; catat semua percobaan.

Backtest
Simulasi strategi pada data masa lalu.
Rasio Sharpe
Hasil di atas bebas risiko per satuan volatilitas.
Bias bertahan hidup
Hanya menguji instrumen yang masih ada hari ini.
Bias melihat ke depan
Memakai informasi yang belum tersedia saat keputusan.
Penggalian data
Mencoba banyak varian dan melaporkan yang terbaik.
Perputaran
Persen portofolio yang diperjualbelikan per tahun.
Point-in-time
Data persis seperti yang tersedia pada setiap tanggal lampau.
Sharpe terdeflasi
Ambang Sharpe yang dinaikkan sesuai jumlah percobaan.
MinBTL
Panjang data minimum untuk mendukung klaim Sharpe setelah N percobaan.
Overfitting
Strategi terlalu cocok dengan derau masa lalu sehingga gagal di data baru.
Dalam-sampel / keluar-sampel
Data untuk memilih strategi / data baru untuk mengujinya.
Walk-forward
Pilih di satu jendela, uji di jendela berikutnya, geser maju.
Degradasi
Penyusutan Sharpe dari dalam-sampel ke keluar-sampel.
PBO
Peluang juara backtest berada di bawah median saat diuji di data baru.
Protokol Pengujian
Dokumen tertulis berisi hipotesis, N, pemeriksaan bias, hasil, dan aturan keputusan.

Materi ini untuk pendidikan, bukan rekomendasi membeli atau menjual produk, sistem, atau layanan apa pun. Angka-angka adalah contoh hitungan dan hasil simulasi; hasil investasi tidak dijamin.

Selesai membaca? Mantap!

Uji pemahamanmu dengan kuis modul (4 soal). Skor terbaiknya dihitung 20% dari nilai akhir jenjang. Ingin rincian, rumus lengkap, dan latihan tambahan? Buka naskah lengkap modul ini.