Level 3 · Jalur Investor · Modul 3
Rotasi Aset dan Rezim Pasar
"Pasar sedang masuk musim turun, saatnya pindah ke kas!" Kalimat seperti ini terdengar cerdas. Tetapi bisakah kita benar-benar tahu musim apa yang sedang berlangsung, dan tahu tepat waktu? Di modul ini kamu akan melihat satu percobaan yang mengejutkan: aturan yang sama persis bisa menang telak di satu dunia dan kalah telak di dunia lain.
Musim di pasar: bisakah ditebak?
Setelah modul ini, kamu bisa
- mendefinisikan rezim secara operasional dan membedakannya dari "cerita siklus";
- menghitung lama rata-rata sebuah rezim dari peluang bertahannya;
- mengukur keterlambatan deteksi dan sinyal keliru, lalu membandingkannya dengan lama rezim;
- memakai batas atas oracle untuk menilai seberapa besar potensi yang ditangkap sebuah metode;
- menjelaskan kenapa keberhasilan aturan rotasi adalah sifat dunianya, bukan sifat aturannya;
- membedakan rotasi prediktif dari aturan defensif, dan menyusun Kebijakan Rotasi tertulis.
Lihat grafik Om! Panah merahnya menandai SETIAP puncak dengan rapi. Pakai sinyal ini, kamu selalu kabur sebelum pasar jatuh!
Wah, rapi sekali. Kak, kenapa tidak semua orang pakai cara ini?
Karena garisnya digambar setelah tahu hasilnya. Pada data baru, sinyal semacam itu biasanya datang terlambat, dan separuhnya keliru.
Separuhnya keliru?!
TELAT!Tapi jangan buru-buru menyimpulkan rotasi selalu gagal. Ada percobaan dua dunia yang akan mengubah cara pikirmu.
Di modul sebelumnya, Raka belajar bahwa menebak waktu faktor merusak hasil. Ia mengira kesimpulan modul ini akan sama: "rotasi itu gagal". Ternyata tebakan itu keliru, dan kenapa ia keliru adalah isi utama modul ini.
Rezim: definisi yang bisa diuji, bukan cerita
Rezim adalah periode ketika sifat statistik imbal hasil, yaitu rata-rata, naik-turun, dan korelasinya, berbeda secara berkelanjutan dari periode lain. Contohnya: masa pasar naik yang tenang, dan masa pasar turun yang bergejolak.
Definisi itu harus dibedakan dari cerita siklus yang sering kamu dengar, misalnya "kita sedang di fase ekspansi akhir". Kalimat seperti itu tidak bisa diuji. Ia tidak punya batas yang jelas, sehingga selalu bisa dibenarkan setelah kejadian.
Definisi rezim yang operasional butuh tiga hal:
- Jumlah rezim yang mungkin, ditetapkan sejak awal (misalnya dua: naik dan turun).
- Ciri tiap rezim: rata-rata hasil (\(\mu\), dibaca "mu"), volatilitas (\(\sigma\)), dan bila perlu korelasi.
- Aturan yang bisa dijalankan mesin untuk menyatakan rezim mana yang sedang berlaku.
Tanpa ketiganya, "rezim" hanya kata, bukan konsep.
Model dua rezim yang kita pakai
Semua angka di bawah adalah asumsi untuk belajar, bukan data pasar tertentu.
| Rezim | Rata-rata per tahun | Volatilitas per tahun | Peluang bertahan bulan depan |
|---|---|---|---|
| Naik | +14% | 12% | 0,97 |
| Turun | −8% | 26% | 0,92 |
"Peluang bertahan 0,97" artinya: kalau bulan ini rezim naik, ada peluang 97% bulan depan masih naik, dan 3% berganti menjadi turun. Dari peluang itu kita bisa menghitung berapa lama rata-rata sebuah rezim berlangsung.
- \(p\)
- peluang rezim bertahan di periode berikutnya
satu dibagi peluang berganti. Rezim naik: 1 ÷ 0,03 = 33,3 bulan (2,8 tahun). Rezim turun: 1 ÷ 0,08 = 12,5 bulan (sekitar 1 tahun).
Kita juga bisa menghitung, dalam jangka panjang, berapa bagian waktu yang dihabiskan di rezim naik:
peluang keluar dari rezim turun, dibagi jumlah kedua peluang berganti. 0,08 ÷ (0,03 + 0,08) = 0,08 ÷ 0,11 = 72,7%. Rezim turun menempati sisanya, 27,3% waktu: cukup sering untuk penting, cukup jarang untuk sulit dipelajari.
Perhatikan ketimpangannya: rezim turun rata-rata hanya 12,5 bulan. Metode deteksi apa pun yang butuh berbulan-bulan untuk yakin akan kehabisan rezim yang ingin dihindarinya. Ketimpangan inilah yang menentukan seluruh isi modul.
Rantai Markov dua keadaan
Model ini disebut rantai Markov dua keadaan: peluang rezim bulan depan hanya bergantung pada rezim bulan ini. Lama rezim mengikuti distribusi geometris dengan harapan \(\mathbb{E}[\text{durasi}] = 1/(1-p)\). Proporsi waktu jangka panjang (keseimbangan) di rezim naik adalah \((1-p_{\text{turun}})/[(1-p_{\text{naik}})+(1-p_{\text{turun}})]\).
Alarm yang telat dan alarm yang cerewet
Rezim tidak bisa dilihat langsung. Kita hanya melihat harga yang naik-turun, lalu menebak rezimnya. Cara paling sederhana adalah rata-rata bergerak (MA). Aturannya: nyatakan rezim "turun" bila rata-rata imbal hasil n bulan terakhir berada di bawah ambang (misalnya di bawah nol).
Setiap aturan deteksi menghadapi pertukaran yang tidak bisa dihindari:
- Deteksi cepat → banyak sinyal keliru.
- Deteksi yang bisa diandalkan → terlambat.
| Aturan | Ambang | Keterlambatan rata-rata | Median | Sinyal "turun" yang keliru |
|---|---|---|---|---|
| MA 3 bulan | 0 | 2,6 bulan | 1 bulan | 60% |
| MA 6 bulan | 0 | 4,9 bulan | 2 bulan | 56% |
| MA 12 bulan | 0 | 9,5 bulan | 5 bulan | 53% |
| MA 6 bulan | −0,5% | 7,0 bulan | 4 bulan | 49% |
| MA 12 bulan | −0,5% | 13,4 bulan | 8 bulan | 46% |
Sekarang bandingkan keterlambatan itu dengan lama rezim turun (12,5 bulan):
MA-12 terlambat 9,5 bulan. 9,5 ÷ 12,5 = 76%. Tiga perempat masa turun sudah berlalu ketika kamu baru menyatakannya.
Bahkan aturan paling hati-hati masih menghasilkan 46% sinyal "turun" saat rezim sebenarnya masih naik. Aturan tercepat: 60% keliru. Ini bukan karena aturannya dipilih dengan buruk. Ini akibat mencoba menebak keadaan tersembunyi dari data yang bising.
Kalau sebuah metode di grafik masa lalu tampak menandai setiap puncak dan dasar dengan rapi, hampir pasti ia disetel setelah melihat data itu. Pada data baru, keterlambatan dan sinyal kelirunya akan mirip tabel di atas. Kalau kedengarannya terlalu bagus untuk jadi kenyataan, biasanya memang begitu.
Kalau kamu memakai deteksi rezim, bersiaplah: sekitar separuh sinyal "turun" keliru, sinyal yang benar datang setelah 20–76% kerugiannya terjadi, dan sinyal masuk kembali juga terlambat. Tulis semua itu sebelum memakai sistemnya, karena godaan untuk meninggalkannya akan besar.
Batas atas oracle: berapa nilai maksimalnya?
Sebelum menilai metode sungguhan, tanyakan dulu: berapa nilai terbesar yang mungkin didapat kalau kamu tahu rezim saat ini dengan sempurna? Jawaban ini disebut batas atas oracle. Oracle artinya "peramal yang selalu benar".
Hasil 600 jalur simulasi, masing-masing 40 tahun. DD artinya penurunan dari puncak. "DD p95" adalah penurunan pada 1 dari 20 jalur terburuk.
| Pendekatan | CAGR | Volatilitas | Sharpe | DD rata-rata | DD p95 |
|---|---|---|---|---|---|
| Statis (100% aset berisiko) | 6,91% | 17,08% | 0,1819 | 60,2% | 84,8% |
| Oracle (tahu rezim, sempurna) | 11,32% | 10,30% | 0,7090 | 19,7% | 28,6% |
| MA 6 bulan | 7,30% | 13,14% | 0,2541 | 37,8% | 56,0% |
| MA 12 bulan | 7,51% | 13,62% | 0,2596 | 38,3% | 55,0% |
| Defensif (turun > 10% → paparan 50%) | 7,12% | 12,68% | 0,2386 | 39,8% | 56,7% |
Tahu rezim dengan sempurna menaikkan Sharpe dari 0,1819 ke 0,7090, atau (0,7090 − 0,1819) ÷ 0,1819 = +289,8%. Hampir empat kali lipat. Sekarang ukur berapa bagian dari potensi itu yang benar-benar ditangkap tiap metode.
kenaikan yang dicapai metode dibagi kenaikan maksimal yang mungkin. MA-12: (0,2596 − 0,1819) ÷ (0,7090 − 0,1819) = 0,0777 ÷ 0,5271 = 14,7%.
| Metode | Sharpe | Tangkapan dari potensi oracle |
|---|---|---|
| MA 12 bulan | 0,2596 | 14,7% |
| MA 6 bulan | 0,2541 | 13,7% |
| Defensif | 0,2386 | 10,8% |
Metode terbaik hanya menangkap 14,7%. Lebih dari 85% hilang ke keterlambatan dan sinyal keliru. Ini bukan kritik khusus untuk aturan MA. Aturan apa pun yang bekerja dari data imbal hasil akan menghadapi keterlambatan serupa, karena sumbernya adalah perbandingan kebisingan dengan sinyal.
Tetapi lihat kolom penurunan
MA-12 menurunkan DD p95 dari 84,8% menjadi 55,0%, berkurang 29,8 poin persen. Itu besar sekali. Untuk pulih dari turun 84,8%, kamu butuh naik 1 ÷ 0,152 − 1 = 557,9%. Untuk pulih dari turun 55,0%, cukup naik 1 ÷ 0,45 − 1 = 122,2%.
Jangan hanya tanya "apakah metode ini mengalahkan statis?". Tanyakan "berapa bagian dari potensi yang ditangkapnya?". Dan nilai juga manfaat risikonya. Pola yang sudah berulang di Level 3 muncul lagi: alat ini lebih baik mengendalikan risiko daripada menaikkan imbal hasil.
Percobaan penentu: aturan sama, dua dunia
Sampai di sini, kamu mungkin menyimpulkan "rotasi rezim sedikit bekerja". Percobaan berikut menunjukkan kenapa kesimpulan itu belum lengkap.
Rancangan percobaan
Ambil aturan MA-12 yang persis sama. Jalankan di dua dunia:
- Dunia A, berezim: pasar berganti-ganti antara rezim naik dan turun seperti model di atas.
- Dunia B, tanpa rezim: rata-rata dan volatilitas tetap sepanjang waktu, disetel agar sama persis dengan rata-rata keseluruhan Dunia A.
Rata-rata Dunia B: 0,727 × 14% + 0,273 × (−8%) = 10,178% − 2,184% = 7,99%. Volatilitasnya 17,08%. Masing-masing dunia diuji dengan 1.200 jalur 40 tahun, dibandingkan berpasangan.
| Dunia A (berezim) | Dunia B (tanpa rezim) | |
|---|---|---|
| Sharpe statis | 0,2461 | 0,2346 |
| Sharpe MA-12 | 0,3013 | 0,1876 |
| Selisih berpasangan | +0,0552 | −0,0470 |
| Nilai t | +16,65 | −18,19 |
| Menang di | 66,3% jalur | 29,6% jalur |
Aturan sama. Rata-rata sama. Volatilitas sama. Hasilnya berlawanan, dan keduanya sangat meyakinkan secara statistik.
Jadi dua modul sebelumnya, yang bilang menebak waktu selalu kalah, sebenarnya diuji di "Dunia B"?
Tepat. Data simulasinya tidak punya pola yang bisa dimanfaatkan. Itu akibat asumsinya, bukan hukum umum tentang menebak waktu.
Berarti tinggal cari tahu kita di dunia A atau B, kan?
Itu masalahnya. Rata-rata dan volatilitasnya sama. Membedakannya butuh data puluhan tahun yang tidak kita punya.
Tiga pelajaran dari dua dunia
Pertama: keberhasilan aturan rotasi bukan sifat aturannya. Ia sifat dunianya. Uji-uji sebelumnya yang menolak menebak waktu memakai data tanpa pola yang bisa dimanfaatkan. Jadi hasil mereka tidak boleh digeneralisasi menjadi "menebak waktu selalu gagal".
Kedua: kamu tidak bisa tahu dunia mana yang kamu tempati. Kedua dunia punya rata-rata dan volatilitas yang identik. Untuk membedakannya, kamu harus memperkirakan seberapa awet rezimnya, padahal rezim itu sendiri tidak terlihat langsung dan hanya bisa ditebak dengan tingkat kesalahan 46–60%. Butuh data beberapa dekade, bahkan lebih.
Ketiga: biayanya tidak seimbang.
| Bila dunia berezim | Bila dunia tanpa rezim | |
|---|---|---|
| Kamu memakai aturan rotasi | +0,0552 Sharpe | −0,0470 Sharpe |
| Kamu tetap statis | −0,0552 (peluang hilang) | +0,0470 (terhindar) |
Besar untung dan ruginya hampir seimbang. Yang tidak seimbang adalah biayanya: rotasi menambah jual-beli, biaya transaksi, pajak, dan waktu memantau di kedua dunia, padahal manfaatnya hanya muncul di satu dunia.
Kalau kamu memakai rotasi rezim, tuliskan asumsinya: "Aku berasumsi pasar ini punya rezim yang bertahan cukup lama untuk dideteksi." Asumsi yang tertulis bisa ditinjau. Asumsi yang hanya ada di kepala tidak bisa.
Tiga pilihan yang sama-sama sah
Setelah percobaan dua dunia, ada tiga keputusan yang bisa dipertahankan asalkan alasannya ditulis: (1) tetap statis, menerima bahwa kamu melepas +0,0552 bila dunia ternyata berezim; (2) memakai rotasi, dengan asumsi struktur ditulis jelas dan kerugian −0,0470 diterima sebagai risiko; (3) hanya memakai aturan defensif, yang tidak membutuhkan asumsi struktur sama sekali. Pilihan ketiga paling sedikit menuntut pengetahuan yang tidak kamu miliki.
Rotasi prediktif vs aturan defensif
Dua hal ini sering dicampur aduk, padahal harus dinilai terpisah.
Rotasi prediktif
Klaimnya: "Aku tahu rezim apa yang sedang atau akan berlaku."
Bergantung pada: rezim yang ada dan bisa dideteksi.
Bisa gagal bila: dunia ternyata tanpa rezim (Dunia B).
Mengendalikan: imbal hasil dan risiko.
Aturan defensif
Klaimnya: "Kalau kerugianku mencapai batas, aku kurangi paparan."
Bergantung pada: tidak ada, hanya keadaan portofoliomu sendiri.
Bisa gagal bila: pasar berbalik naik cepat setelah pemicu.
Mengendalikan: risiko saja.
Aturan defensif seperti "bila nilai portofolio turun lebih dari 10% dari puncaknya, kurangi paparan menjadi 50%" tidak mengatakan apa pun tentang masa depan. Ia hanya menyatakan berapa banyak kerugian yang sanggup kamu tanggung.
Pengurangan penurunan terburuk (DD p95). Defensif: 84,8% → 56,7%, berkurang 28,1 poin persen. MA-12: 84,8% → 55,0%, berkurang 29,8 poin persen.
Bandingkan. Selisihnya hanya 1,7 poin. Aturan defensif meraih 28,1 ÷ 29,8 = 94,3% pengendalian penurunan yang diraih metode prediktif.
Tanpa asumsi apa pun. Aturan defensif tidak bicara soal rezim, tidak bisa dibantah oleh Dunia B, dan tidak membutuhkan data ekonomi yang terlambat.
Yang dikorbankan. Sharpe 0,2596 → 0,2386 (turun 8,1%). CAGR 7,51% → 7,12% (turun 0,39 poin persen).
Batasnya. Aturan defensif menjual setelah rugi dan membeli lagi setelah pulih. Kalau pasar berbalik cepat, ia mengunci kerugian. Biaya ini sudah terlihat pada CAGR-nya yang lebih rendah. Ini pertukaran, bukan solusi gratis.
Kalau kamu tidak bisa menulis alasan yakin bahwa pasarmu punya rezim yang bertahan cukup lama untuk dideteksi, pakailah aturan defensif. Kamu mendapat sekitar 94% pengendalian penurunannya tanpa butuh keyakinan yang tidak kamu miliki. Aturan ini juga lebih mudah dijelaskan: "kami mengurangi paparan saat turun 10%" adalah pernyataan toleransi risiko, bukan ramalan.
Rotasi antarkelas aset dan tesis "likuiditas"
Contoh di atas memakai satu aset berisiko dan kas. Dalam praktik, rotasi biasanya berpindah antarkelas aset mengikuti keadaan ekonomi besar (makro).
| Keadaan makro | Kelas aset yang secara teori diuntungkan | Alasannya |
|---|---|---|
| Pertumbuhan naik, inflasi turun | Saham, obligasi korporasi | Laba tumbuh, risiko gagal bayar turun |
| Pertumbuhan naik, inflasi naik | Komoditas, saham nilai, aset riil | Harga bahan naik, perusahaan bisa menaikkan harga |
| Pertumbuhan turun, inflasi turun | Obligasi pemerintah jangka panjang | Suku bunga turun |
| Pertumbuhan turun, inflasi naik | Aset riil, kas, obligasi terindeks inflasi | Pilihannya sedikit |
Kerangka ini punya logika ekonomi yang masuk akal. Tetapi sebagai alat menebak waktu, ia menghadapi tiga masalah tambahan:
- Data makro terlambat dan direvisi. Data pertumbuhan terbit berbulan-bulan kemudian, lalu diubah lagi. Keterlambatan deteksi jadi makin panjang.
- Pasar bergerak sebelum datanya terbit. Harga sudah memuat perkiraan orang. Yang berguna hanya mengetahui selisih antara kenyataan dan perkiraan pasar. Itu klaim yang jauh lebih berat.
- Empat rezim, bukan dua. Setiap kotak butuh data sendiri, padahal datanya tidak bertambah.
Tesis "likuiditas bank sentral"
Kamu mungkin sering mendengar: "likuiditas bank sentral menggerakkan harga aset berisiko, jadi ikuti arah likuiditas untuk mengatur paparan." Mekanismenya terdengar masuk akal. Tetapi masuk akal bukan bukti. Sebelum memakainya, jawab tiga pertanyaan:
- Berapa angka korelasinya, untuk periode berapa lama, dan apakah stabil di potongan periode yang berbeda?
- Berapa keterlambatan ukuran likuiditas itu, dan berapa bagian pergerakan yang sudah lewat saat sinyal muncul?
- Kalau aturan yang sama dijalankan di dunia tanpa rezim dengan rata-rata dan volatilitas yang sama, apakah ia tetap menang?
Pertanyaan ketiga yang menentukan. Tanpa tahu dunia mana yang kita tempati, hasil masa lalu tidak bisa ditafsirkan.
Kerangka rezim makro berguna sebagai alat berpikir: membantu memahami kenapa portofolio berperilaku seperti yang terjadi. Ia lemah sebagai alat menebak waktu. Pakai kerangkanya untuk memahami, jangan pakai keluarannya langsung sebagai keputusan alokasi.
Kebijakan Rotasi: tulis asumsimu
Raka merangkum semuanya dalam Kebijakan Rotasi tertulis. Bagian pertamanya paling penting, dan justru paling sering dilewatkan orang.
| Bagian | Isinya |
|---|---|
| 1. Asumsi struktur | "Aku berasumsi pasar ini punya rezim yang bertahan rata-rata ___ bulan dan bisa dideteksi dengan keterlambatan ___ bulan." Dasar asumsinya, perkiraan kerugian bila keliru, pengakuan bahwa kedua dunia tidak bisa dibedakan, dan tanggal peninjauan. |
| 2. Definisi operasional | Jumlah rezim, ciri tiap rezim, aturan yang bisa dijalankan mesin, dan keterlambatan terbit data. |
| 3. Pengukuran deteksi | Keterlambatan, lama rezim, bagian yang sudah lewat, dan tingkat sinyal keliru. Bila bagian yang lewat lebih dari 50%, pertimbangkan aturan defensif saja. |
| 4. Batas oracle | Sharpe statis, oracle, dan metodemu, serta tangkapannya. Bila di bawah 20%, apakah kerumitannya sepadan? |
| 5. Biaya | Jual-beli tambahan, biaya, pajak, dan waktu memantau. |
| 6. Aturan defensif | Pemicu, tindakan, dan cara pulih. Dinilai terpisah dan tidak butuh asumsi Bagian 1. |
| 7. Evaluasi | Kriteria dan cakrawala evaluasi, plus janji: "Aku tidak akan meninggalkan kebijakan ini hanya karena beberapa sinyal keliru berturut-turut." |
Sebagian besar dokumen rotasi yang beredar tidak pernah menyatakan asumsi strukturnya. Akibatnya, kalau asumsinya ternyata salah, tidak ada yang bisa ditinjau. Bagian 1 inilah yang membedakan kebijakan rotasi yang jujur dari yang tidak.
Mitos atau fakta?
Ketuk setiap kartu untuk membaliknya.
"Kita sedang di fase ekspansi akhir, itu analisis rezim."
Itu cerita, bukan definisi. Rezim yang operasional butuh jumlah rezim, ciri tiap rezim, dan aturan yang bisa dijalankan mesin.
"Sinyal deteksi yang bagus hampir tidak pernah keliru."
Dalam model ini, 46–60% sinyal "turun" keliru. Membuat sinyal lebih jarang keliru membuatnya lebih terlambat.
"Metode ini mengalahkan portofolio statis, berarti deteksinya bekerja."
Bandingkan dengan batas oracle. MA-12 hanya menangkap 14,7% potensi; lebih dari 85% hilang.
"Menebak waktu terbukti selalu gagal."
Aturan MA-12 menang meyakinkan di dunia berezim dan kalah meyakinkan di dunia tanpa rezim. Hasilnya bergantung pada dunianya.
"Aturan defensif sama saja dengan meramal pasar."
Aturan defensif tidak meramal apa pun. Ia hanya membatasi kerugian, dan tetap meraih sekitar 94% pengendalian penurunan metode prediktif.
Cek pemahamanmu
Latihan singkat ini tidak dinilai. Kuis resmi modul ada di bagian akhir halaman.
1. Peluang sebuah rezim bertahan setiap bulan adalah 0,95. Berapa lama rata-rata rezim itu berlangsung?
- 5 bulan
- 9,5 bulan
- 20 bulan
- 95 bulan
1 ÷ (1 − 0,95) = 1 ÷ 0,05 = 20 bulan.
2. Rezim turun rata-rata 20 bulan, dan sinyalmu terlambat 5 bulan. Berapa bagian rezim turun yang sudah lewat saat sinyal datang?
- 25%
- 4%
- 75%
- 100%
5 ÷ 20 = 25%. Cukup cepat, tetapi sinyal yang cepat biasanya lebih sering keliru.
3. Sharpe statis 0,25, Sharpe oracle 0,75, Sharpe metodemu 0,35. Berapa tangkapan metodemu?
- 40%
- 47%
- 10%
- 20%
(0,35 − 0,25) ÷ (0,75 − 0,25) = 0,10 ÷ 0,50 = 20%.
4. Aturan rotasi yang sama menang di dunia berezim dan kalah di dunia tanpa rezim, padahal rata-rata dan volatilitasnya sama. Pelajaran utamanya?
- Aturannya perlu disetel ulang sampai menang di kedua dunia
- Keberhasilan aturan rotasi adalah sifat dunianya, bukan sifat aturannya
- Dunia tanpa rezim tidak pernah ada di pasar nyata
- Nilai t yang besar membuktikan aturannya selalu benar
Hasilnya ditentukan oleh struktur dunia. Karena kita tidak bisa memastikan dunia mana yang kita tempati, asumsinya harus ditulis.
5. Apa yang membuat aturan defensif berbeda dari rotasi prediktif?
- Aturan defensif selalu memberi imbal hasil lebih tinggi
- Aturan defensif hanya boleh dipakai untuk obligasi
- Aturan defensif hanya membatasi kerugian, tanpa klaim tentang rezim
- Aturan defensif tidak pernah menjual setelah rugi
Aturan defensif tidak meramal. Ia bereaksi pada keadaan portofolio sendiri, jadi tidak butuh asumsi struktur.
Ringkasan dan kamus mini
Rezim harus didefinisikan secara operasional: jumlah, ciri, dan aturan mesin.
Lama rezim = 1 ÷ (1 − p). Rezim turun di model ini hanya 12,5 bulan.
Deteksi: cepat berarti cerewet, andal berarti telat. MA-12 telat 9,5 bulan (76% rezim lewat).
Batas oracle: MA-12 hanya menangkap 14,7% potensi, tetapi memangkas penurunan terburuk dari 84,8% ke 55,0%.
Dua dunia: aturan sama, hasil berlawanan. Keberhasilan adalah sifat dunia.
Aturan defensif meraih sekitar 94% pengendalian penurunan tanpa asumsi rezim.
- Rezim
- Periode dengan sifat statistik imbal hasil yang berbeda secara berkelanjutan.
- Definisi operasional
- Definisi yang cukup jelas sehingga bisa dijalankan mesin dan diuji.
- Peluang bertahan (p)
- Peluang rezim yang sama berlanjut ke periode berikutnya.
- Rantai Markov
- Model ketika keadaan berikutnya hanya bergantung pada keadaan sekarang.
- Rata-rata bergerak (MA)
- Rata-rata n periode terakhir yang terus diperbarui.
- Keterlambatan deteksi (lag)
- Jarak waktu antara awal rezim yang sebenarnya dan saat aturan menyatakannya.
- Sinyal keliru
- Sinyal "turun" yang muncul saat rezim sebenarnya masih naik.
- Batas atas oracle
- Hasil terbaik bila rezim diketahui sempurna; tolok ukur yang tidak bisa dilampaui.
- Tangkapan
- Bagian potensi oracle yang berhasil diraih sebuah metode.
- Drawdown (DD)
- Penurunan dari puncak ke titik terendah setelahnya.
- Rotasi prediktif
- Mengubah alokasi karena merasa tahu rezim yang berlaku.
- Aturan defensif
- Mengurangi paparan ketika kerugian mencapai batas, tanpa meramal.
Materi ini untuk pendidikan, bukan rekomendasi membeli atau menjual produk apa pun. Semua angka adalah asumsi dan hasil simulasi dari naskah modul; hasil investasi tidak dijamin.
Selesai membaca? Mantap!
Uji pemahamanmu dengan kuis modul (4 soal). Skor terbaiknya dihitung 20% dari nilai akhir jenjang. Ingin rincian, rumus lengkap, dan latihan tambahan? Buka naskah lengkap modul ini.